Daftar 5 Tim Juara yang Gelarnya Dicabut karena Skandal, Salah Satunya Juventus

Daftar 5 Tim Juara yang Gelarnya Dicabut karena Skandal, Salah Satunya Juventus

Olahraga | inews | Jum'at, 20 Maret 2026 - 15:00
share

DAKAR, iNews.id - Gelar Piala Afrika 2025 milik Senegal dicabut. Hal ini memicu kehebohan besar di dunia sepak bola setelah keputusan resmi mengubah hasil final secara drastis.

Keputusan itu diambil oleh Confederation of African Football (CAF) yang menyatakan Senegal kalah walkover, sehingga kemenangan diberikan kepada Timnas Maroko dengan skor 3-0. Padahal di lapangan, Senegal sempat meraih kemenangan 1-0 lewat perpanjangan waktu.

Kontroversi bermula dari gol Senegal yang dianulir di akhir waktu normal. Situasi memanas ketika VAR menghadiahkan penalti untuk Maroko. Protes keras membuat pemain Senegal sempat meninggalkan lapangan sebelum akhirnya kembali melanjutkan pertandingan.

Penalti yang dieksekusi Brahim Diaz gagal berbuah gol. Senegal kemudian mencetak gol kemenangan di babak tambahan. Namun hasil tersebut kini resmi dihapus dari catatan sejarah, dan Maroko tercatat sebagai juara turnamen yang digelar di kandang mereka.

Kasus ini menambah daftar panjang tim yang harus kehilangan gelar setelah dinyatakan juara. Dalam sejarah sepak bola, ada sejumlah insiden serupa yang dipicu berbagai pelanggaran serius.

Deretan Juara yang Dicabut Gelarnya

1. Elgin City 1992/1993

Kasus pertama datang dari Klub Skotlandia Elgin City pada musim 1992/1993. Klub ini awalnya mengunci gelar Highland League usai menang telak 6-0 atas Forres Mechanics di laga terakhir.

Namun, mereka memanfaatkan celah aturan dengan memajukan jadwal pertandingan agar pemain yang seharusnya terkena skorsing tetap bisa tampil. Termasuk manajer merangkap pemain, John Teasdale. Akibatnya, gelar mereka dicabut dan musim tersebut berakhir tanpa juara.

2. Olympique Marseille

Kasus besar juga menimpa Olympique Marseille pada musim 1992/1993. Klub itu sebenarnya meraih gelar liga dan Liga Champions, tetapi kehilangan trofi domestik akibat skandal suap.

Pemilik klub saat itu, Bernard Tapie, terbukti menawarkan uang kepada pemain lawan agar bermain santai. Skandal ini membuat Marseille terdegradasi ke Ligue 2 dan gelar liga dicabut tanpa pengganti resmi.

3. Shanghai Shenhua 2003

Di Asia, Shanghai Shenhua juga mengalami hal serupa. Klub ini dinyatakan bersalah karena menyuap wasit pada musim 2003.

Kasus tersebut baru terungkap bertahun-tahun kemudian. Pada 2013, federasi sepak bola China resmi mencabut gelar mereka tanpa menunjuk juara pengganti.

4. Genoa 2004/2005

Italia juga memiliki kasus kontroversial melalui Genoa pada musim 2004/2005. Klub ini seharusnya promosi ke Serie A sebagai juara Serie B.

Namun, petinggi klub terbukti menyuap lawan di laga terakhir. Federasi sepak bola Italia langsung menjatuhkan hukuman berat berupa degradasi ke Serie C1 dan pencabutan gelar.

5. Juventus 

Kasus paling terkenal melibatkan Juventus dalam skandal Calciopoli. Klub raksasa itu terbukti memanipulasi penunjukan wasit selama beberapa musim.

Akibatnya, Juventus kehilangan dua gelar Serie A musim 2004/2005 dan 2005/2006 serta harus turun ke Serie B. Sejumlah pemain bintang juga meninggalkan klub setelah skandal tersebut mencuat.

Kasus Senegal kini masuk dalam daftar kontroversi terbesar sepak bola. Keputusan mencabut gelar setelah pertandingan selesai menegaskan risiko besar pelanggaran dalam kompetisi tingkat tinggi.

Topik Menarik