Pemotor Lirik Pertalite gegara Isu Harga BBM Naik: Sayang Ongkos, Cari yang Murah
JAKARTA, iNews.id - Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat. Beberapa di antaranya mulai mempertimbangkan beralih ke BBM subsidi demi menekan pengeluaran.
Salah satu pengendara sepeda motor asal Depok, Sila mengaku selama ini menggunakan Pertamax Turbo untuk aktivitas sehari-hari. Namun, dia bakal beralih ke Pertamax atau bahkan Pertalite jika harga BBM nonsubsidi benar-benar naik.
"Sayang juga ongkosnya bolak balik Depok Jakarta. Cari yang murah, Pertamax biasa atau Pertalite. Mudah-mudahan motornya gak apa-apa," kata Sila, Selasa (31/3/2026).
Kekhawatiran serupa disampaikan Ridho, pengemudi mobil yang saat ini menggunakan Pertamax. Menurutnya, harga BBM yang naik akan semakin membebani pengeluaran rumah tangga.
"Sekarang biaya kebutuhan sehari-hari sudah naik, jadi kalau BBM ikut naik otomatis harus putar otak atur pengeluaran. Harapannya jangan terlalu tinggilah kalau naik," kata Ridho.
Klik di Sini! Link Live Streaming Persija Jakarta vs Borneo FC di Super League 2025-2026 Malam Ini
Sementara itu, pengemudi ojek online, Firdaus berharap kebijakan penyesuaian harga tidak berdampak pada BBM subsidi yang selama ini menjadi andalan pekerja transportasi harian. Dia berharap pemerintah tidak menaikkan harga BBM nonsubsidi secara signifikan.
"Situasinya begini soalnya. Mau gak mau. Kalau bisa jangan terlalu tinggi kenaikannya," ucapnya.
Diketahui, media sosial diramaikan oleh dokumen berlabel confidential yang memuat proyeksi kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamina. Dalam dokumen tersebut, harga Pertamax disebut naik dari Rp12.300 menjadi Rp17.850 per liter.
Kenaikan juga berlaku untuk Pertamax Green yang naik Rp6.250 menjadi Rp19.150 dari semula Rp12.900 per liter. Sementara itu, Pertamax Turbo naik Rp6.350 menjadi Rp19.150 dari Rp6.350 pet liter.
Selanjutnya Dex naik Rp9.450 menjadi Rp23.950 dari semula Rp14.500 per liter. Kemudian Dexlite naik Rp9.450 menjadi Rp23.650 dari semula Rp14.200 per liter.
Disebutkan, kenaikan harga BBM Pertamina nonsubsidi tidak lepas dari melemahnya kurs Rupiah sebesar 0,34 persen atau Rp58 dari Rp16.819 menjadi Rp16.877 per dolar AS.
Namun, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad memastikan pemerintah belum akan menaikkan harga BBM subsidi maupun nonsubsidi per 1 April 2026.
"Pihak pemerintah belum berencana melakukan penyesuaian harga BBM subsidi maupun BBM non-subsidi yang adanya isu beredar di tengah masyarakat akan ada penyesuaian di tanggal 1 April besok," ucap Dasco dalam konferensi pers, Selasa (31/3/2026).
Dia mengaku telah mendapat laporan terjadi antrean di SPBU akibat isu kenaikan harga BBM. Oleh karena itu, dia meminta masyarakat tak panik.
"Sehingga kami monitor terjadi beberapa antrean di beberapa daerah di pom bensin sehingga kami imbau dengan adanya pengumuman dari pihak pemerintah bahwa belum adanya rencana penyesuaian harga BBM subsidi maupun nonsubsidi yang artinya mulai besok masih tetap berlaku harga yang sama," tutur dia.










