Sejarah Baru! Artemis II Tiba di Bulan 7 April Dini Hari, Tonton di Sini

Sejarah Baru! Artemis II Tiba di Bulan 7 April Dini Hari, Tonton di Sini

Terkini | inews | Senin, 6 April 2026 - 19:37
share

JAKARTA, iNews.id - Program ambisius milik NASA kembali menyita perhatian dunia. Lewat misi Artemis II, manusia akhirnya kembali mendekati Bulan setelah lebih dari lima dekade sejak era Apollo berakhir.

Perjalanan ini dimulai pada 1 April 2026, ketika roket diluncurkan dari Kennedy Space Center, Amerika Serikat. Empat astronot berada di dalam kapsul Orion, menjalani misi bersejarah yang bukan sekadar perjalanan luar angkasa biasa, melainkan uji coba krusial sebelum manusia benar-benar kembali mendarat di Bulan.

Keempat astronot itu ialah Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen.

Memasuki hari kelima perjalanan, tepatnya pada 6 April 2026, suasana misi berubah semakin menegangkan. Kapsul Orion mulai mendekati Bulan dalam fase yang dikenal sebagai lunar approach. Di titik ini, jarak pesawat dengan Bulan semakin dekat, dan pengaruh gravitasi mulai terasa kuat.

Para astronot harus memastikan seluruh sistem berjalan sempurna. Navigasi, komunikasi, hingga sistem pendukung kehidupan diuji dalam kondisi nyata di luar orbit Bumi. Ini menjadi momen penting, karena sedikit kesalahan saja bisa berdampak besar pada keselamatan misi.

Puncaknya terjadi pada 7 April 2026 dini hari. Artemis II menjalani fase lunar flyby, yaitu melintas dan mengitari sisi jauh Bulan. Dalam momen ini, para astronot menyaksikan langsung bagian Bulan yang tidak pernah terlihat dari Bumi, sebuah pemandangan langka yang selama ini hanya bisa dibayangkan.

Namun, ada tantangan yang harus dihadapi. Saat melintasi sisi jauh Bulan, komunikasi dengan Bumi sempat terputus selama sekitar 40 menit. Kondisi ini dikenal sebagai blackout, ketika sinyal radio tidak dapat menembus penghalang alami Bulan.

Meski demikian, fase ini justru menjadi inti dari misi. Selain mencetak rekor sebagai perjalanan manusia terjauh dari Bumi dalam era modern, Artemis II juga memanfaatkan gravitasi Bulan untuk kembali ke Bumi melalui teknik free-return trajectory.

Kehadiran empat astronot ini mencatat sejarah baru, termasuk partisipasi perempuan dan astronot non-Amerika dalam perjalanan sejauh ini ke luar orbit Bumi.

Meski tidak melakukan pendaratan, misi Artemis II memegang peran vital. Seluruh data dan pengalaman yang dikumpulkan akan menjadi bekal utama bagi misi berikutnya, yang ditargetkan membawa manusia kembali menginjakkan kaki di Bulan.

Jika berjalan sesuai rencana, kapsul Orion dijadwalkan kembali ke Bumi sekitar 10 April 2026 dan mendarat di Samudra Pasifik.

Dengan keberhasilan fase 6–7 April, langkah manusia untuk kembali ke Bulan kini terasa semakin dekat, bukan lagi sekadar mimpi, melainkan tujuan yang kian nyata.

Untuk Anda yang penasaran ingin melihat Bulan secara dekat, NASA menyediakan tayangan misi Artemis II di Youtube, Netflix, hingga laman belajarastro.

Topik Menarik