Operasi Besar-besaran! Pemprov Jakarta Basmi Ikan Sapu-Sapu di Kali Cideng
JAKARTA, iNews.id - Sekitar 100 personel gabungan dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Satpol PP, PPSU, serta Gulkarmat Jakarta Pusat melakukan penangkapan ikan sapu-sapu di Kali Cideng, Jakarta Pusat. Pembasmian ikan sapu-sapu ini dilakukan tepatnya di depan Plaza Indonesia, Gondangdia, Menteng, Jumat (10/4/2026).
Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A Sidabalok mengatakan, kegiatan kerja bakti tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut aspirasi warga terkait keberadaan ikan invasif di aliran kali tersebut.
"Sebelumnya kami juga sudah menyelesaikan permasalahan serupa di kali Ciliwung," ujar Hasudungan.
Dia menjelaskan, proses penangkapan ikan sapu-sapu dilakukan dengan cara yang baik, manusiawi, dan tidak menyakiti, tetapi tetap efektif dalam pengendalian populasi ikan tersebut.
"Hasilnya 41 ekor ikan sapu sapu berukuran besar berhasil ditangkap," katanya.
Menurutnya, seluruh ikan yang berhasil ditangkap di Kali Cideng kemudian dibawa ke Pusat Promosi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPSHP) Dinas KPKP DKI Jakarta untuk dimusnahkan dengan cara dikubur. Hal ini dilakukan karena ikan sapu-sapu memiliki daya tahan tinggi dan mampu bertahan hidup lama meski tanpa air.
Dia berharap, setelah penertiban ini, kondisi Kali Cideng menjadi lebih sehat karena ikan sapu-sapu merupakan spesies invasif yang mengganggu ekosistem.
"Kami berharap dari pascapenangkapan ikan sapu-sapu di aliran Kali Cideng lebih sehat karena ikan invasif yang mengganggu ekosistem dan susah dikendalikan," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Pusat Arifin menuturkan, penangkapan dan pemusnahan ikan tersebut bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar tidak mengonsumsi ikan yang berpotensi terpapar bakteri dari limbah.
"Sisa limbah yang dibuang ke kali Cideng menjadi santapan ikan sapu-sapu sehingga jika warga mengkonsumsi ikan ini dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan tubuh. Kami akan melakukan penangkapan serupa di kali atau sungai yang banyak berkembang biak," katanya.










