Kemensos Salurkan Santunan Tahap 2 Rp76 Miliar untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang

Kemensos Salurkan Santunan Tahap 2 Rp76 Miliar untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang

Terkini | inews | Sabtu, 11 April 2026 - 11:41
share

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan santunan dan bantuan tahap 2 untuk korban bencana alam di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (10/4/2026) senilai Rp76,6 miliar. Adapun, total bantuan yang telah disalurkan mencapai Rp205.188.100.000 (Rp205,18 miliar).

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan, bantuan dan santunan ini sebagai bentuk kehadiran negara dalam melindungi dan memulihkan kehidupan warga terdampak. 

"Bantuan sosial pasca-kebencanaan terus kami salurkan. Tidak ada libur selama datanya sudah ada langsung kami salurkan," ucap pria yang akrab disapa Gus Ipul ini dalam keterangannya dikutip, Sabtu (11/4/2026).

Gus Ipul menambahkan, atas arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah memberikan banyak sekali bantuan bagi para korban bencana. Salah satunya, yakni penyaluran bantuan melalui Kemensos.

Kemensos ditugaskan oleh Presiden Prabowo untuk menyalurkan beberapa bantuan. Pertama adalah bantuan logistik yang salah satunya berupa dapur umum pada masa kedaruratan.

"Itu sudah selesai. Khusus untuk di Aceh Tamiang, nilai bantuan kami pada masa kedaruratan itu sekitar Rp6 miliar. Itu sudah selesai," tuturnya.

Kemudian, Gus Ipul menegaskan bahwa bantuan pemerintah tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga mendukung pemulihan hidup, hunian, ekonomi, dan perlindungan ahli waris maupun korban luka berat, seperti yang dilakukan hari ini bagi masyarakat di Aceh Tamiang.

Gus Ipul menjelaskan, pada masa pemulihan, Kemensos memberikan beberapa jenis bantuan. Di antaranya santunan untuk ahli waris masing-masing korban meninggal sebesar Rp15 juta.

"Dan juga ada santunan (bagi) yang luka-luka berat sebesar Rp5 juta. Alhamdulillah, ini sebagian besar sudah bisa disalurkan," kata dia.

Adapun, rincian bantuan tahap kedua yang diserahkan hari ini terdiri dari bantuan jaminan hidup bagi 20.908 jiwa dengan total nilai Rp28.225.800.000. Lalu, bantuan isi hunian rumah dengan total senilai Rp17.823.000.000 untuk 5.941 kepala keluarga (KK); stimulan sosial ekonomi senilai Rp29.705.000.000 bagi 5.491 KK; dan santunan bagi korban luka berat sebanyak 187 jiwa dengan total nilai Rp935.000.000. Sehingga, total nilai keseluruhan bantuan yang disalurkan tahap kedua mencapai Rp76.688.800.000 (Rp76,6 miliar).

"Bantuan untuk membeli isian rumah kita asumsikan mungkin karena rumahnya terbawa banjir, terdampak banjir, maka dibantu lagi untuk membeli isian rumah. Apakah itu perabotan-perabotan rumah tangga atau mungkin juga kebutuhan-kebutuhan dapur dan lain sebagainya yang paling dibutuhkan oleh bapak-ibu sekalian. Kita beri namanya bantuan isian rumah sebesar Rp 3 juta per KK," ucapnya.

Sementara itu, total nilai keseluruhan bantuan tahap pertama yang sudah disalurkan bagi korban bencana di Aceh Tamiang sebesar Rp128.499.300.000. Rinciannya, yakni bantuan jaminan hidup bagi 47.638 jiwa dengan total nilai Rp64.311.300.000; isi hunian dengan total nilai Rp22.743.000.000 bagi 7.581 KK; stimulan sosial ekonomi sebesar Rp37.905.000.000 untuk 7.581 KK; dan santunan ahli waris sebanyak 236 jiwa dengan total nilai bantuan Rp3.540.000.000.

"Total keseluruhan (bantuan) untuk Kabupaten Aceh Tamiang yang dari Kementerian Sosial ada Rp205.188.100.000," ujarnya.

Gus Ipul berharap, masyarakat memanfaatkan bantuan ini sebaik mungkin. Sebab, bantuan-bantuan tersebut diberikan pemerintah dalam rangka memulihkan keluarga setelah terkena musibah bencana alam.

"Kita harapkan bapak-ibu sekalian benar-benar memanfaatkan sebaik-baiknya untuk kebutuhan-kebutuhan mendesak dan mendasar. Usahakan, ini juga bisa dijadikan rintisan untuk membuka usaha," katanya.

Gus Ipul mengatakan, bantuan-bantuan yang disalurkan berdasarkan data-data yang valid dan terverifikasi oleh Bupati beserta unsur Forkopimda Kabupaten Aceh Tamiang. Dia menekankan, data yang tepat diperlukan agar bantuan tersalurkan tepat sasaran.

"Jadi karena itu mohon maaf kalau memang kadang-kadang merasa lambat. Karena memang kita memerlukan proses seleksi, jangan sampai bantuan ini diterima oleh mereka yang tidak berhak," tuturnya.

Topik Menarik