Filipina, AS dan Jepang Gelar Latihan Perang Besar-besaran Gunakan Rudal Canggih, China Murka

Filipina, AS dan Jepang Gelar Latihan Perang Besar-besaran Gunakan Rudal Canggih, China Murka

Berita Utama | inews | Selasa, 21 April 2026 - 08:23
share

MANILA, iNews.id - Ribuan pasukan Amerika Serikat (AS), Filipina, dan Jepang, menggelar latihan perang besar-besaran mulai Senin (20/4/2026). Latihan digelar di wilayah utara Filipina menghadap Selat Taiwan serta provinsi yang disengketakan dengan China, di lepas Laut China Selatan.

Latihan perang gabungan "Balikatan" atau dari Bahu ke Bahu itu yang berlangsung 19 hari tersebut mempraktikkan penembakan sungguhan.

Militer Jepang, mengerahkan 1.400 personel ke latihan tersbut, menembakkan rudal jelajah anti-kapal Tipe 88. Tembakan rudal menenggelamkan kapal penyapu ranjau era Perang Dunia II di lepas pantai Pulau Luzon.

Lebih dari 17.000 personel angkatan darat, angkatan laut, maupun angkatan udara dari Filipina, AS, dan Jepang terlibat dalam latihan. Jumlah yang hampir sama dengan edisi tahun 2025, termasuk kontingen dari Australia, Selandia Baru, Prancis, dan Kanada.

Latihan Balikatan berlangsung di tengah perang AS bersama Israel melawan Iran.

“Terlepas dari tantangan di tempat lain di dunia, fokus Amerika Serikat pada Indo-Pasifik dan komitmen teguh kami kepada Filipina tetap tak tergoyahkan,” kata Komandan Pasukan Ekspedisi Marinir AS, Letnan Jenderal Christian Wortman, saat upacara pembukaan, dikutip dari Reuters.

Tanpa memberi angka pasti, Wortman, mengatakan sekitar 10.000 personel AS berpartisipasi dalam latihan tersebut.

Sementara itu komandan militer Filipina Romeo Brawner mengatakan, kepala Komando Indo-Pasifik AS, Laksamana Samuel Paparo, mengungkapkan kepadanya bahwa Balikatan 2026 menjadi latihan perang terbesar sepanjang sejarah.

“Melalui pertahanan udara dan rudal terintegrasi, operasi keamanan maritim, latihan tembak langsung, dan latihan kesiapan multinasional gabungan, negara-negara tersebut membangun sistem yang berpikir, bergerak, dan merespons sebagai satu kesatuan,” kata Brawner.

Di antara senjata canggih yang akan terlibat selama latihan tahunan tersebut sistem rudal Typhon AS.

Sementara itu China mengecam latihan gabungan tersebut dengan mengatakan AS, Jepang, dan Filipina sedang bermain api.

“Yang lebih dibutuhkan bagi kawasan Asia-Pasifik adalah perdamaian dan ketenangan, dan yang paling tidak dibutuhkan adalah masuknya kekuatan eksternal untuk menabur perpecahan dan konfrontasi,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun.

Topik Menarik