Di Forum IMF, Purbaya Target Ekonomi RI Tembus 6
JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis ekonomi Indonesia bisa mencapai angka 5,4 hingga 6 persen di 2026. Bahkan, hal itu ia sampaikan dalam rangkaian Pertemuan Musim Semi (Spring Meeting) IMF dan Grup Bank Dunia di Washington DC, Amerika Serikat.
Dalam berbagai forum dan pertemuan dengan investor global, Purbaya menekankan bahwa ketahanan ekonomi nasional saat ini berakar pada reformasi struktural yang konsisten, bukan sekadar langkah darurat.
“Kita mendorong industri hilir, memperkuat sektor manufaktur, dan meningkatkan sumber daya manusia dan efisiensi. Jadi ke depannya, pertumbuhan Indonesia tidak hanya akan stabil, tetapi juga akan lebih produktif dan berkelanjutan serta menjadi lebih terdiversifikasi dan tangguh,” ujar Purbaya dalam keterangan resmi, Senin (20/4/2026).
Di tengah krisis energi yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah, Purbaya memastikan APBN tetap menjalankan fungsinya sebagai shock absorber untuk melindungi daya beli masyarakat. Pemerintah berkomitmen menjaga disiplin fiskal tetap di bawah batas defisit 3 persen PDB.
Purbaya juga mencatat bahwa meskipun terjadi arus keluar devisa sebesar 1,8 miliar dolar AS dan depresiasi rupiah akibat guncangan eksternal, stabilitas makro Indonesia tetap terjaga.
“Kredibilitas ini memungkinkan Indonesia untuk menyerap harga energi yang lebih tinggi tanpa mengorbankan dukungan bagi kelompok rentan atau melanggar batas defisit fiskal Indonesia,” ungkapnya.
Eks Ketua DK LPS ini optimistis mampu mencapai target pertumbuhan ekonomi tahun 2026 di kisaran 5,4-6 persen. Keyakinan ini didorong oleh konsumsi rumah tangga yang kuat serta surplus perdagangan yang berhasil dipertahankan selama 70 bulan berturut-turut hingga awal 2026.
Selain itu, Indonesia juga mulai memposisikan diri sebagai pemain kunci dalam ekonomi digital. Pada tahun 2025, sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 8,35 persen.
“Indonesia secara aktif terus memperkuat ekosistem AI nasional untuk memastikan peningkatan produktivitas dapat dioptimalkan di dalam negeri, sambil tetap terbuka terhadap kolaborasi global, dan memposisikan Indonesia sebagai pengguna dan pengembang solusi berbasis AI,” jelas Purbaya.
Dalam pertemuan bilateral dengan Dana Moneter Internasional (IMF), Direktur Pelaksana Kristalina Georgieva memuji Indonesia sebagai salah satu 'bright spot' dalam perekonomian global karena kebijakan yang kredibel dan fundamental yang kuat.










