BEM UI Kritik MBG Diwarnai Korupsi, Gerindra: Kami pun Marah, Pengawasan Harus Diubah

BEM UI Kritik MBG Diwarnai Korupsi, Gerindra: Kami pun Marah, Pengawasan Harus Diubah

Terkini | inews | Rabu, 17 Juni 2026 - 21:09
share

JAKARTA, iNews.id - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Yatalathof Ma’shum Imawan mempertanyakan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, berbagai persoalan yang muncul dalam program tersebut menunjukkan masih adanya masalah tata kelola.

Program ini disebut masih dibayangi korupsi setelah mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana cs ditangkap oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

“Itu (MBG) saja kena korupsi besar-besaran gitu kan. Jadi di situ sudah terlihat bahwa tata kelolanya dipertanyakan. Bagaimana bisa sistem program itu juga bisa kredibel dalam arti ditutup celah-celah korupsinya begitu kan,” ujar Yatalathof dalam dialog Rakyat Bersuara bertajuk 'Suara Mahasiswa: Menguji Fakta, Menjaga Harapan' di iNews, Rabu (17/6/2026).

Dia menilai berbagai program pemerintah pada dasarnya memiliki tujuan yang baik. Namun, menurutnya, persoalan kerap muncul pada tahap pelaksanaan di lapangan.

“Nah jadi yang ingin saya bicarakan adalah segala hal rencana dari pemerintah itu memang bagus di atas kertas tapi implementasinya sangat buruk bahkan penuh dengan celah-celah korupsi begitu,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Partai Gerindra, Astrio Feligent juga mengaku kecewa dan marah MBG diwarnai korupsi. Pihaknya sedih ada penyimpangan di program yang menurutnya baik ini.

"Kami pun marah, kami pun kecewa, kami sedih bahwa program yang begitu mulia, begitu baik, tapi terjadi penyimpangan tata kelola," kata Astrio.

Astrio mengaku berterima kasih atas perhatian masyarakat terhadap program MBG. Gerindra mendorong agar program MBG melibatkan pengawas eksternal.

"Pengawasan kalau selama ini hanya bersifat internal itu harus diubah. Tidak boleh lagi hanya pengawasan internal melalui adanya perwakilan kepala dapur, melalui sidak-sidak daripada BGN secara internal," katanya.

"Partai Gerindra akan mendorong dan mendukung pelibatan daripada civil society, NGO-NGO, masyarakat-masyarakat umum harus diperbolehkan untuk ikut mengawasi, harus transparan, dan kalau ada ditemukan penyimpangan, laporkan segera, langsung tindak," ujar Astrio.

Topik Menarik