Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah

Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah

Berita Utama | inews | Jum'at, 26 Juni 2026 - 13:46
share

PARIS, iNews.id – Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa memunculkan fakta mengejutkan. Suhu udara di Paris, Prancis, tercatat mencapai 41 derajat Celsius, lebih tinggi dibandingkan suhu di Makkah, Arab Saudi, yang berada di kisaran 40 derajat Celsius.

Kondisi ini menjadi gambaran betapa parahnya gelombang panas yang kini menyelimuti sejumlah negara Eropa. Selain Prancis, Inggris, Spanyol, dan Italia juga menetapkan peringatan cuaca ekstrem akibat suhu yang terus meningkat hingga mendekati rekor tertinggi.

Para ahli menjelaskan, fenomena ini dipicu oleh heat dome atau kubah panas, yakni area bertekanan tinggi yang memerangkap udara panas di atas Eropa Barat. Kondisi tersebut membuat langit tetap cerah, angin sangat lemah, dan sinar matahari terus memanaskan permukaan selama berhari-hari.

Menurut laporan Aljazeera, Situasi semakin diperparah oleh aliran udara panas dari Afrika Utara yang bergerak ke arah Eropa. Selain itu, suhu permukaan laut di sekitar Inggris, Prancis, hingga Laut Mediterania juga tercatat jauh lebih hangat dari biasanya, sehingga udara tetap panas, bahkan pada malam hari.

Di wilayah yang paling terdampak, seperti Prancis bagian barat, Inggris, dan Wales, suhu harian rata-rata tercatat lebih dari 12 derajat Celsius di atas rata-rata periode 1991–2020.

Pemerintah Prancis pun mengeluarkan status siaga merah di sejumlah wilayah. Berbagai langkah darurat diterapkan untuk melindungi masyarakat dari risiko sengatan panas, termasuk pembatasan aktivitas luar ruangan dan larangan penjualan minuman beralkohol di beberapa daerah.

Dampak gelombang panas juga dirasakan di negara lain. Jerman mengeluarkan peringatan panas secara nasional, sementara di Madrid, Spanyol, penyelenggara membatalkan acara nonton bareng Piala Dunia setelah suhu udara mencapai sekitar 39 derajat Celsius.

Menurut para ilmuwan, gelombang panas yang datang lebih awal ini merupakan bagian dari tren pemanasan global yang terus berlangsung. Eropa saat ini tercatat sebagai benua dengan laju pemanasan tercepat di dunia, dengan kenaikan suhu sekitar 0,56 derajat Celsius per dekade sejak pertengahan 1990-an, lebih dari dua kali rata-rata global.

Perubahan iklim juga membuat gelombang panas menjadi lebih sering terjadi, berlangsung lebih lama, dan memiliki intensitas yang semakin ekstrem. Kondisi tersebut menjadi tantangan besar bagi negara-negara Eropa karena sebagian besar rumah dan infrastruktur di kawasan itu tidak dirancang untuk menghadapi suhu tinggi dalam waktu yang berkepanjangan. Bahkan, hanya sekitar 20 persen rumah di Eropa yang dilengkapi pendingin udara.

Topik Menarik