Bupati Purwakarta Dicecar 60 Pertanyaan Kemendagri, Menyesal Ciptakan Lagu Rendahkan Perempuan

Bupati Purwakarta Dicecar 60 Pertanyaan Kemendagri, Menyesal Ciptakan Lagu Rendahkan Perempuan

Terkini | inews | Jum'at, 3 Juli 2026 - 21:49
share

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Inspektorat Jenderal (Itjen) telah memanggil dan memeriksa Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau Om Zein pada Jumat (3/7/2026). Zein diperiksa terkait polemik lagu 'Lalaki Langit, Lalanang Bejat'.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Benni Irwan menyampaikan, pemeriksaan berlangsung 8 jam dari pagi hingga sore.

"Dalam masa pemeriksaan itu, kurang lebih ada 60 pertanyaan yang disampaikan," kata Benni kepada wartawan.

Materi pemeriksaan berfokus pada dua isu besar, yakni seputar proses penciptaan lagu dan mekanisme publikasi lagu tersebut melalui media sosial.

Di akhir pemeriksaan, kata dia, Bupati Purwakarta menunjukkan sikap kooperatif. Dia secara terbuka menyampaikan penyesalan dan mengakui adanya kesalahan dalam tindakan yang dipermasalahkan tersebut.

"Beliau menyampaikan penyesalan, pengakuan kesalahan, gitu kan. Dan menyampaikan permohonan maaf dan tidak akan tidak akan mengulanginya lagi," ujarnya.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, seluruh konten materi yang berkaitan dengan lagu tersebut telah dihapus dari akun media sosial pribadi milik Bupati.

"Dan semua, semua konten-konten yang berkaitan dengan lagu itu sudah di-take down dari akun-akun yang bersangkutan, akun-akun pribadi yang bersangkutan," katanya.

Sebelumnya, kritik keras datang dari anggota Komisi VIII DPR Atalia Praratya yang menilai lirik lagu tersebut mengandung unsur penghinaan terhadap perempuan.

Atalia Praratya mengaku geram setelah mendengar isi lagu yang belakangan menjadi sorotan publik. Menurut dia, kebebasan berkarya tetap harus dibarengi dengan tanggung jawab moral, terlebih ketika karya tersebut lahir dari seorang kepala daerah.

"Saya menghormati kebebasan berkarya. Namun budaya Sunda dibangun dengan nilai silih asih, silih asah, silih asuh, yang mengajarkan penghormatan kepada sesama manusia," ujar Atalia saat dihubungi iNews.id, Jumat (3/7/2026).

Politisi Partai Golkar itu menegaskan, sebagai seorang perempuan dia merasa lirik lagu tersebut telah melecehkan dan merendahkan kaum wanita.

"Karena itu saya sangat marah dan kecewa ketika mendengar lirik lagu ini. Sebagai seorang perempuan, lagu ini mengandung unsur penghinaan dan dengan nyata merendahkan kaum perempuan," katanya.

Topik Menarik