Tinjau Proyek Flyover Latumenten, DPRD DKI Pastikan bakal Dilengkapi Skywalk dan Lift
JAKARTA, iNews.id - Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth mengungkapkan Flyover Latumenten di Grogol, Jakarta Barat akan dilengkapi jalur pejalan kaki layang atau skywalk yang terhubung dengan lift untuk memudahkan masyarakat mengakses berbagai moda transportasi umum. Hal itu disampaikan usai meninjau proyek flyover ini.
Proyek pembangunan Flyover Latumenten ini terus dikebut dan ditargetkan rampung pada Desember 2026.
"Flyover Latumenten ini progresnya masih on the track, mudah-mudahan bisa selesai Desember 2026 nanti," kata Kenneth, Jumat (3/7/2026).
Legislator PDI Perjuangan (PDIP) itu mengungkapkan, pembangunan Flyover Latumenten berawal dari keresahan warga yang tinggal di sekitar pelintasan kereta api. Menurutnya, warga meminta dicarikan solusi untuk mengurai kemacetan yang telah menjadi persoalan menahun.
"Pada 2024 lalu saya ada kunjungan kerja ke daerah sini (Latumenten) saat reses. Warga lalu meminta dibangunkan flyover untuk mengurai kemacetan imbas perlintasan kereta yang padat," ucap anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat itu belum memiliki anggaran untuk membangun flyover. Kenneth kemudian meminta agar dilakukan kajian dahulu terhadap permasalahan tersebut. Setelah kajian rampung, proyek Flyover Latumenten kemudian masuk ke proses lelang dan mulai dikerjakan pada penghujung 2025.
"Akhirnya saya minta dibuatkan kajian terkait permasalahan ini. Setelah itu masuk ke dalam proses lelang dan sekarang sudah mulai terlihat hasilnya. Mudah-mudahan bisa selesai on time seperti yang diharapkan Pak Gubernur," katanya.
Kenneth menjelaskan, Flyover Latumenten nantinya akan terintegrasi dengan berbagai moda transportasi umum mulai dari KRL Commuter Line hingga Transjakarta. Sebagai penghubung antarmoda, akan dibangun skywalk yang dilengkapi lift, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) ramah disabilitas, serta halte Transjakarta yang terintegrasi dengan kawasan sekitar.
"Jadi konsep tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan bagi seluruh pengguna jalan, termasuk penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, dan masyarakat yang membawa barang atau kereta bayi. Kehadiran lift pada JPO akan mempermudah akses menuju halte Transjakarta tanpa harus menggunakan tangga," katanya.
Menurutnya, kehadiran fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki yang menggunakan transportasi umum. Flyover menjadi bagian dari sistem integrasi antarmoda yang menghubungkan kawasan Flyover Latumenten dengan layanan Transjakarta, JakLingko, dan Commuter Line.
"Dengan adanya skywalk yang terkoneksi langsung dengan halte Transjakarta dan Stasiun KRL, masyarakat tidak perlu lagi menyeberang di tengah padatnya arus lalu lintas," katanya.










