Pemulihan Pascabencana di Sumbar-Sumut Dikebut, Fokus Normalisasi Sungai dan Perkuatan Tebing
JAKARTA, iNews.id - Pemerintah mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana di Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumatera Utara (Sumut) melalui sejumlah pekerjaan, mulai dari normalisasi alur sungai hingga perkuatan tebing. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi risiko bencana sekaligus mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak.
Penanganan pascabencana yang dilakukan bukan sekadar memperbaiki infrastruktur yang rusak, melainkan juga bagian dari dukungan terhadap program Asta Cita dalam mewujudkan ketahanan infrastruktur, sekaligus mengembalikan rasa aman, memulihkan aktivitas masyarakat, dan menumbuhkan kembali harapan akan masa depan yang lebih baik di wilayah terdampak.
Breaking News: Iran Serang Israel
Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero), Dian Sovana mengatakan, keterlibatan pihaknya dalam pembangunan pascabencana bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merupakan wujud kehadiran negara dalam mendukung pemulihan masyarakat yang terdampak bencana, khususnya saat ini di Sumbar dan Sumatera Sumut.
“Setiap pembangunan yang kami laksanakan dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana ini merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan infrastruktur yang lebih siap menghadapi bencana. Kami bekerja sama dengan Kementerian PU untuk memastikan setiap pekerjaan, mulai dari normalisasi alur sungai hingga perkuatan tebing, benar-benar menjawab kebutuhan warga di lapangan,” ujar Dian dalam keterangannya, Selasa (7/7/2026).
Di Sumbar, penanganan dilakukan pada 10 wilayah, yaitu Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kota Bukittinggi, Kota Payakumbuh, Kota Pariaman, dan Kota Padang.
Pembukaan alur sungai berlangsung melalui pengerukan sedimentasi guna mengembalikan kapasitas aliran sungai sekaligus mengurangi risiko banjir. Pekerjaan ini dilaksanakan di Desa Rantobi, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Sumut, serta di Batang Bayang, Batang Lengayang, dan Batang Palangai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar.
Perkuatan tebing dengan bronjong dilaksanakan sebagai bentuk perlindungan kawasan permukiman dari ancaman longsor dan erosi, tepatnya di Desa Pisang Palah, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Sumut.
Dian menyebut, pembangunan kembali bukan sekadar memperbaiki yang rusak, tetapi juga mengembalikan harapan, memperkuat ketahanan, dan menyiapkan masa depan Indonesia yang lebih tangguh menghadapi bencana.
“Kami ingin masyarakat di Sumatera Barat dan Sumatera Utara merasakan bahwa pemulihan ini nyata, bukan hanya perbaikan fisik, tetapi juga pemulihan rasa aman dan keberlangsungan aktivitas sehari-hari. Ini adalah bagian dari cara kami melayani sepenuh hati untuk Indonesia yang lebih tangguh,” tuturnya.










