Menlu Iran kepada Trump: Hormati Tanda Tangan Anda!
TEHERAN, iNews.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi melontarkan pesan keras kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Araghchi meminta Trump menghormati tanda tangannya dalam nota kesepahaman (MoU) gencatan senjata dengan tidak lagi mengedepankan ancaman terhadap Iran.
Menurut Araghchi, Iran tidak akan memulai negosiasi lanjutan dengan AS apabila Washington masih menggunakan pendekatan ancaman. Dia mengutip Paragraf 13 MoU Islamabad yang ditandatangani Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada 17 Juni lalu.
"Paragraf 13 dari MoU jelas, negosiasi untuk mencapai kesepakatan akhir tidak akan dimulai jika ancaman terus berlanjut. Hormati tanda tangan Anda!" tulis Araghchi, di media sosial X, dikutip Selasa (7/7/2026).
Pernyataan tersebut menegaskan sikap Teheran di tengah rencana dimulainya negosiasi lanjutan untuk mencapai kesepakatan damai final. Berdasarkan MoU yang terdiri atas 14 poin, kedua negara dijadwalkan melanjutkan perundingan selama 60 hari sejak penandatanganan kesepakatan.
Dalam perundingan lanjutan itu, Iran dan AS akan membahas sejumlah isu sensitif yang belum disepakati dalam MoU, termasuk masa depan program nuklir Iran.
Pernyataan Araghchi muncul hanya beberapa jam setelah Trump kembali memperingatkan bahwa AS siap menggunakan kekuatan militer apabila jalur diplomasi gagal. Trump juga menegaskan Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
"Kita akan membuat kesepakatan atau akan merampungkan tugas ini (operasi militer). Oke, dan menyelesaikan tugas ini tidak akan sulit," kata Trump di Gedung Putih.
Meski demikian, Trump mengaku tetap lebih menginginkan penyelesaian melalui kesepakatan damai.
"Saya lebih suka mencapai kesepakatan, karena tidak ingin mempengaruhi 91 juta orang," ujarnya, merujuk pada jumlah penduduk Iran.










