Lionel Messi Selamat dari Momen Berbahaya! Selebrasi Liar Nyaris Berujung Petaka
ATLANTA, iNews.id – Lionel Messi mendapat perlakuan bak seorang raja setelah membawa Argentina melakukan comeback luar biasa untuk menyingkirkan Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa (7/7/2026) malam WIB. Sang kapten menjadi pusat perayaan rekan-rekan setimnya usai kemenangan dramatis 3-2.
Argentina memastikan tiket ke perempat final setelah membalikkan keadaan dari ketertinggalan 0-2 dalam waktu sekitar 10 menit terakhir pertandingan. Tiga gol kemenangan dicetak Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez.
Kemenangan tersebut terasa semakin istimewa karena Argentina sempat menghadapi situasi sulit. Messi bahkan gagal memanfaatkan peluang dari titik penalti setelah tendangannya mampu dibaca dan digagalkan kiper Mesir.
Meski gagal mencetak gol melalui penalti, Messi tetap memberikan pengaruh besar dalam kebangkitan Albiceleste. Dia menyumbang satu gol, satu assist, serta memimpin tim keluar dari tekanan hingga memastikan kemenangan dramatis.
Sesaat setelah peluit panjang berbunyi, seluruh pemain Argentina langsung berlari menghampiri Messi di tengah lapangan. Mereka kemudian mengangkat sang kapten berkali-kali sebagai bentuk penghormatan atas perannya dalam kemenangan bersejarah tersebut.
Perayaan itu bukan sekadar selebrasi lolos ke perempat final, tetapi juga menjadi simbol penghormatan seluruh skuad kepada pemain yang selama bertahun-tahun menjadi ikon sepak bola Argentina.
Perayaan Penuh Emosi Sempat Picu Kekhawatiran
Di balik euforia tersebut, muncul kekhawatiran mengenai keselamatan Messi. Pada usia 39 tahun, setiap gerakan yang berisiko dapat berdampak besar terhadap peluang Argentina mempertahankan gelar juara dunia.
Mengangkat pemain secara berulang berpotensi menimbulkan cedera apabila terjadi salah tangkap, terpeleset, atau pendaratan yang kurang sempurna.
Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Beberapa hari sebelumnya, gelandang Inggris Jordan Henderson mengalami patah lengan saat merayakan kemenangan timnya atas Meksiko di Stadion Azteca. Henderson terpeleset ketika memanjat papan iklan dan harus mengakhiri turnamen lebih cepat akibat cedera tersebut.
Beruntung bagi Argentina, seluruh rangkaian perayaan berjalan lancar. Messi mendarat dengan aman setiap kali diangkat rekan-rekan setimnya, kemudian memeluk mereka sambil tersenyum sebelum meninggalkan lapangan dalam kondisi bugar.
Keberhasilan Argentina melaju ke perempat final semakin menegaskan besarnya pengaruh Messi di dalam skuad. Bagi rekan-rekan setimnya, dia bukan hanya kapten atau pemain terbaik, tetapi juga sosok yang menjadi pemimpin utama di ruang ganti dan inspirasi dalam perjuangan mempertahankan gelar Piala Dunia.










