Erick Thohir Bongkar Jalan Panjang Indonesia Menuju Piala Dunia 2030 dari Piala Presiden 2026
BANTUL, iNews.id – Erick Thohir menegaskan Festival Grassroots Nasional U-10 dan U-12 Piala Presiden 2026 menjadi langkah penting membangun masa depan sepak bola Indonesia dari level paling dasar. Ajang pembinaan usia dini tersebut digelar di JEC Soccer Field, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dengan mempertemukan talenta muda terbaik dari berbagai daerah.
Kehadiran Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, di putaran final festival tersebut mendapat sambutan antusias dari ratusan pemain muda, pelatih, dan orang tua peserta. Dalam kesempatan itu, dia melakukan penyerahan bola kepada perwakilan pemain, menandatangani prasasti, serta melakukan tendangan bola pertama sebagai simbol dimulainya fase nasional kompetisi.
Festival Grassroots Piala Presiden 2026 berlangsung pada 7-12 Juli 2026. Turnamen tersebut mempertemukan tim-tim terbaik hasil seleksi regional dari berbagai provinsi di Indonesia, mulai dari FBS Nusantara asal Banjar, Lambhuk FA dari Aceh, hingga Perspin dari Pinrang, Sulawesi Selatan.
Erick Thohir menilai kompetisi usia dini memiliki peran besar dalam menciptakan ekosistem sepak bola nasional yang lebih kuat. Menurut dia, pembinaan tidak bisa hanya berfokus pada pemain senior, tetapi harus dimulai sejak anak-anak mengenal sepak bola.
“Piala Presiden tahun ini adalah bukti sepak bola menjadi alat pemersatu bangsa dan harus dibangun dari akar rumput (grassroot). Melalui keterlibatan klub dari seluruh provinsi, Piala Presiden 2026 diharapkan bisa membuka kesempatan lebih luas bagi talenta muda dari berbagai daerah guna menunjukkan kemampuan mereka di tingkat nasional,” ujar Erick Thohir.
Fondasi Baru Menuju Target Piala Dunia 2030
Erick menegaskan kemajuan sepak bola Indonesia membutuhkan kerja bersama dari berbagai pihak. Dia menyebut keberhasilan tidak dapat dicapai hanya oleh satu individu, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen yang terlibat dalam ekosistem sepak bola.
“Membangun sepak bola Indonesia bukanlah karya individu, melainkan hasil kerja keras seluruh stakeholder, termasuk di dalamnya masyarakat Indonesia,” ungkap Erick.
“Kerja keras dalam membangun sepak bola ini tidak hanya untuk generasi hari ini, tetapi untuk keberlanjutan di masa depan,” lanjutnya.
Festival Grassroots Piala Presiden 2026 menjadi bagian dari program besar PSSI dalam menyiapkan fondasi menuju target prestasi sepak bola Indonesia, termasuk menghadapi perjalanan menuju kualifikasi Piala Dunia 2030.
Kompetisi ini juga menerapkan standar pembinaan sesuai regulasi FIFA dan PSSI untuk kategori usia dini. Sistem tersebut dirancang agar pemain muda mendapatkan pengalaman bertanding secara terstruktur sejak awal perkembangan karier mereka.
Melihat semangat para peserta di lapangan, Erick Thohir memberikan motivasi kepada para pemain muda agar terus berlatih dan mengejar impian mereka. Dia menilai perjalanan besar sepak bola Indonesia dimulai dari lapangan-lapangan kecil tempat para pemain muda mengasah kemampuan.
“Kini tugas kita melanjutkan, memperkuat fondasi dengan satu tujuan yang sama. Sepak bola Indonesia harus tumbuh dengan fondasi kuat, sistem yang sehat, dan mimpi yang besar,” kata Erick.
“Karena mimpi itu hidup dalam keseharian, dalam latihan, dalam perjuangan, dalam keyakinan dan mimpi itu layak diperjuangkan,” tambahnya.
Dengan dukungan pemerintah dan perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap perkembangan sepak bola nasional, PSSI terus mendorong pembinaan pemain muda agar berjalan secara konsisten, berjenjang, dan memiliki standar kualitas tinggi.
Dari Bantul, Festival Grassroots Piala Presiden 2026 menjadi simbol dimulainya perjalanan panjang pencarian bibit-bibit baru sepak bola Indonesia yang diharapkan mampu membawa nama bangsa ke panggung dunia.










