Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Tebal Membubung Setinggi 800 Meter ke Langit

Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Tebal Membubung Setinggi 800 Meter ke Langit

Nasional | inews | Senin, 13 Juli 2026 - 13:20
share

LUMAJANG, iNews.id - Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Senin (13/7/2026) pukul 10.22 WIB. Letusan gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu menyemburkan kolom abu setinggi sekitar 800 meter di atas puncak.

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom abu mencapai ketinggian sekitar 4.476 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal. Abu vulkanik bergerak ke arah timur dan tenggara dari puncak Gunung Semeru.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Senin, 13 Juli 2026, pukul 10:22 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 800 meter di atas puncak," tulis Badan Geologi dikutip Senin (13/7/2026).

Erupsi tersebut terekam pada alat seismograf dengan amplitudo maksimum 21 milimeter. Aktivitas letusan tercatat berlangsung selama 127 detik. Laporan erupsi dibuat oleh petugas pengamatan gunung api Sigit Rian Alfian.

PVMBG meminta masyarakat tidak beraktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam jarak 13 kilometer dari pusat erupsi.

Di luar jarak tersebut, warga juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan. Wilayah itu berpotensi diterjang perluasan awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak.

Masyarakat maupun wisatawan juga diminta tidak memasuki kawasan dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Area tersebut rawan terkena lontaran batu pijar saat terjadi erupsi.

Selain bahaya letusan, PVMBG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava dan lahar di sepanjang aliran sungai serta lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Kewaspadaan terutama harus ditingkatkan di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar dan Besuk Sat. Sungai-sungai kecil yang menjadi anak Besuk Kobokan juga berpotensi dilalui aliran lahar.

Topik Menarik