Miris! 4 SD di Ponorogo Tak Dapat Murid Baru, 2 Kelas Tanpa Penghuni

Miris! 4 SD di Ponorogo Tak Dapat Murid Baru, 2 Kelas Tanpa Penghuni

Nasional | inews | Senin, 13 Juli 2026 - 14:42
share

PONOROGO, iNews.id – Empat sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur sama sekali tidak mendapatkan murid baru pada tahun ajaran 2026-2027. Mirisnya, kondisi nihil siswa baru ini sudah terjadi sejak tahun lalu.

Salah satu sekolah yang mengalami kondisi terparah adalah SDN Nailan yang berada di Desa Nailan, Kecamatan Slahung, Ponorogo. Akibat tidak adanya pendaftar, ruang kelas satu dan kelas dua di sekolah ini kini kosong melompong tanpa aktivitas belajar mengajar.

Secara keseluruhan, total jumlah siswa yang menumpuh pendidikan di SDN Nailan saat ini tersisa 13 anak. 

Rinciannya, kelas 3 diisi oleh 3 siswa, kelas 4 hanya memiliki 1 siswa, kelas 5 sebanyak 2 siswa, dan kelas 6 diisi 7 siswa. Sementara itu, untuk kelas 1 dan kelas 2 dipastikan nihil atau tanpa siswa sama sekali. Kondisi sepi ini membuat suasana belajar menjadi kurang bergairah.

"Sepi sekali, tidak ada adik kelas baru. Rasanya jadi kurang seru kalau belajar atau bermain pas jam istirahat," ujar Ilham Arif, salah seorang siswa kelas 3 SDN Nailan, Senin (13/7/2026).

Sepinya peminat di sekolah negeri ini didugakarena kalah bersaing dengan kehadiran sekolah swasta dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang berada di sekitar kawasan tersebut. Pihak desa setempat mengaku sudah berupaya mengarahkan warganya, namun para orang tua tetap memilih menyekolahkan anak mereka ke lembaga pendidikan lain.

"Kami dari pihak desa sebenarnya sudah mengimbau dan mengarahkan warga agar memasukkan anaknya ke SD negeri setempat. Namun, para orang tua tetap memiliki hak dan pilihan sendiri untuk memilih sekolah lain yang dirasa lebih cocok bagi anak mereka," kata Kepala Desa Nailan, Nurhadi.

Fenomena krisis murid baru ini ternyata tidak hanya terjadi di SDN Nailan. Dinas Pendidikan Ponorogo mencatat ada 4 SD negeri lain di Kabupaten Ponorogo yang juga mengalami nasib serupa, yakni tidak mendapatkan satu pun siswa baru pada tahun ajaran kali ini.

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui Dinas Pendidikan berencana akan mengambil langkah tegas. Sekolah-sekolah dasar negeri yang kekurangan murid dan tidak efisien lagi dalam proses belajar mengajar tersebut rencananya akan digabung (merger) dengan SD negeri lain terdekat.

Topik Menarik