Lindungi Habitat Orang Utan, Pemerintah Siapkan Kawasan 87 Hektare di Kaltim

Lindungi Habitat Orang Utan, Pemerintah Siapkan Kawasan 87 Hektare di Kaltim

Terkini | inews | Senin, 13 Juli 2026 - 22:44
share

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah telah menyiapkan kawasan preservasi untuk melindungi orang utan di Kalimantan Timur (Kaltim). Kawasan seluas 87 hektare ini disediakan sebagai upaya memperkuat perlindungan habibat satwa endemik di Tanah Air.

“Jadi ini sudah berproses dan saya juga sampaikan bahwa ini sudah berproses panjang. Kalau tidak salah daerah preservasi yang multi stakeholder ini 87 hektare,” kata Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada Senin (13/7/2026).

Menhut mengatakan, kementeriannya segera menerbitkan surat dukungan terhadap upaya konservasi orang utan yang diinisiasi bersama berbagai pihak, sekaligus menyiapkan Surat Keputusan (SK) Pembentukan Kelompok Kerja Konservasi Orang Utan Terpadu Lanskap Keraitan. Menurutnya, seluruh proses telah berjalan cukup panjang dan kini tinggal menuntaskan tahapan administrasi.

“Jadi sekarang sudah pada tahap akhir, nanti saya akan mengeluarkan surat dukungan upaya konservasi orang utan dan perlindungan habitat oleh Conservation Action Network (CAN). Lalu SK-nya nanti dari Pak Dirjen, SK Pembentukan Kelompok Kerja Konservasi Orang Utan Terpadu Lanskap Keraitan. Insya Allah dalam satu dua hari ini selesai,” ujarnya.

Menurut dia, pembentukan kawasan preservasi menjadi langkah penting untuk memperkuat perlindungan habitat orang utan melalui kolaborasi pemerintah, organisasi konservasi, serta para pemegang izin usaha di kawasan tersebut. Kawasan preservasi tersebut akan menjadi koridor satwa yang menghubungkan habitat orang utan di bentang alam.

“Supaya apa yang selama ini kita lihat, ada orang utan yang keleleran di daerah-daerah tambang, sekarang juga anak bayi orang utan, nanti bisa kita selamatkan lebih banyak lagi bayi orang utan dengan membentuk daerah preservasi seperti yang diajukan teman-teman,” katanya.

Menhut diketahui melakukan video call langsung ke Conservation Action Network (CAN) yang bertugas di lapangan untuk menanyakan perkembangan. Pada kesempatan tersebut CAN menjelaskan bahwa seluruh perusahaan yang berada di kawasan itu telah menyatakan komitmen dan menandatangani kesepakatan untuk mendukung pembentukan kawasan preservasi.

Topik Menarik