Tradisi Weh-wehan Meriahkan Peringatan Maulid Nabi di Kendal

Tradisi Weh-wehan Meriahkan Peringatan Maulid Nabi di Kendal

Nasional | inews | Senin, 24 Agustus 2026 - 20:22
share

KENDAL, iNews.id – Momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi hari yang sangat spesial layaknya "lebaran ketiga" bagi masyarakat di Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Senin (24/8/2026). Sejumlah warga merayakannya dengan menggelar tradisi unik saling bertukar makanan yang dikenal dengan sebutan Weh-wehan atau Ketuin. 

Tradisi tahunan yang diwariskan secara turun-temurun ini melibat seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa di hampir seluruh pelosok kampung Kaliwungu. 

Suasana meriah salah satunya terlihat di Kampung Kenduruan, Desa Krajan Kulon, Kecamatan Kaliwungu. Sejak sore hari, anak-anak tampak mengenakan pakaian terbaik mereka sambil membawa aneka wadah berisi makanan untuk dibagikan ke rumah-rumah tetangga. 

"Tradisi ini intinya saling memberi makanan ke orang lain. Ini cuma ada di Kaliwungu untuk memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW," ujar Muhammad Alif, salah seorang warga Kenduruan. 

Berbagai jenis hidangan disajikan dalam tradisi ini, mulai dari jajanan pasar tradisional hingga makanan kemasan modern. Namun, satu kuliner wajib yang selalu hadir dalam perayaan Weh-wehan adalah Sumpil, yakni makanan olahan beras berbungkus daun bambu berbentuk segitiga yang disajikan dengan parutan kelapa berbumbu pedas, serta ketan beraneka warna.

Ajaran Ulama dan Nilai Kebersamaan

Tokoh masyarakat Kaliwungu, Muhammad Tommy Fadlurahman (Gus Tommy), menjelaskan bahwa kata weh-wehan berasal dari bahasa Jawa aweh yang berarti memberi. Tradisi ini diajarkan untuk menanamkan rasa kepedulian dan rasa berbagi antar sesama tanpa memandang status sosial.

Tradisi Ketuin ini dipopulerkan oleh Mbah Akhmad Rukyat, seorang sesepuh dan ulama karismatik Kaliwungu, yang mengajarkan pentingnya menjaga silaturahmi serta tenggang rasa. 

Melalui tradisi ini, generasi muda diajarkan nilai kearifan lokal untuk saling memberi dan menguatkan kebersamaan, menjadikannya warisan budaya khas yang terus dijaga kelestariannya di Kendal.

Topik Menarik