Viral! Siswa SD di Lampung Utara Temukan Benda Diduga Peluru di Daging MBG
LAMPUNG UTARA, iNews.id - Video temuan benda diduga peluru senapan angin dalam potongan daging menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 3 Sindangsari, Kabupaten Lampung Utara, Lampung, viral di media sosial. Benda kecil dan keras tersebut ditemukan seorang siswa saat hendak menyantap makanan.
Dalam video yang beredar, terlihat seorang guru memperlihatkan potongan daging MBG beserta benda kecil yang menyerupai peluru senapan angin.
Benda tersebut ditemukan oleh siswa kelas V SD bernama Ardi saat menyantap menu MBG. Ardi mengaku awalnya merasa ada yang berbeda ketika menggigit potongan daging tersebut karena terasa lebih keras dari biasanya.
"Pas lagi makan-makan saya angkat dagingnya terus saya balik. Lalu saya lihat ada peluru di daging. Udah ada yang dimakan dagingnya, tapi yang bagian atas. Akhirnya berhenti makannya," ujar Ardi, Jumat (28/8/2026).
Karena merasa curiga, Ardi kemudian memeriksa potongan daging tersebut. Saat dibalik, terlihat benda kecil dan keras menyerupai peluru dalam kondisi menancap di dalam daging.
Kepala SD Negeri 3 Sindangsari, Ida Yulia Mega, membenarkan adanya temuan benda tersebut. Menurutnya, Ardi sempat hendak mengonsumsi makanan tersebut sebelum menemukan benda yang diduga peluru.
"Jadi siswa saya sudah gigit katanya keras, lalu dibalik lah dagingnya, lho kok ada peluru. Lalu dimuntahkan lah makanan itu," ujarnya.
Ida mengaku khawatir jika benda tersebut sampai tertelan oleh siswa. Menurutnya, kejadian itu dapat membahayakan keselamatan anak-anak yang mengonsumsi makanan dari program MBG.
"Kalau sampai dia makan itu, saya gak tahu apa yang akan terjadi. Efeknya juga ke saya. Itu karena apa, itu karena keteledoran mereka yang punya dapur MBG," katanya.
Sebelumnya, menu MBG di SD Negeri 3 Sindangsari juga sempat menjadi perhatian setelah dinilai tidak layak dikonsumsi. Kini, pihak sekolah berharap pengelola program MBG melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari proses penyediaan bahan makanan, pengolahan, pemeriksaan kualitas, hingga distribusi kepada siswa.









