Korban Tewas Banjir Bandang Nepal-China Bertambah Jadi 469 Orang, 1.500 Orang Hilang
KATHMANDU, iNews.id - Korban tewas akibat banjir bandang dahsyat di perbatasan Nepal dan China melonjak menjadi 469 orang, Jumat (28/8/2026). Sementara itu, lebih dari 1.500 orang dilaporkan masih hilang.
Dilansir Associated Press (AP), Kepolisian Nepal melaporkan jumlah korban meninggal di wilayahnya meningkat tajam dari 390 orang pada Kamis, 27 Agustus, menjadi 469 orang. Tim penyelamat masih menyisir lumpur dan puing-puing untuk mencari ratusan korban yang belum ditemukan.
China belum memperbarui jumlah korban tewas di wilayah Tibet yang sebelumnya dilaporkan sebanyak tiga orang. Secara keseluruhan, Nepal dan China menyatakan lebih dari 1.500 orang masih hilang dalam bencana yang melanda kawasan Himalaya tersebut.
Pascabanjir bandang yang terjadi pada Rabu, sebuah danau baru terbentuk di kawasan hulu dan kini telah meluap. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan terjadi banjir susulan.
Otoritas Nepal dan China memperingatkan, luapan danau tersebut berpotensi memicu banjir baru di wilayah-wilayah yang berada di bawahnya.
Kementerian Sumber Daya Air China pada Kamis mengatakan danau itu menampung sekitar 2 juta meter kubik air. Dalam tiga hari ke depan, volume air diperkirakan bertambah sekitar 3 juta meter kubik.
Televisi pemerintah China, CCTV, melaporkan bendungan alami yang menahan danau tersebut berada lebih dari 10 kilometer (km) dari Pelabuhan Gyirong, pos perlintasan perbatasan dengan Nepal yang sebelumnya diterjang lumpur dan banjir. Danau itu berada di ketinggian sekitar 2.950 meter, atau sekitar 1.000 meter di atas Pelabuhan Gyirong.
Pemerintah kedua negara telah meminta warga di wilayah yang berpotensi terdampak segera menuju tempat yang lebih aman. Angkatan Darat Nepal juga mengirim tim ke kawasan perbatasan untuk memeriksa kondisi Sungai Bhotekoshi di tengah kekhawatiran banjir susulan.
3.253 Orang Dievakuasi
Otoritas Penanggulangan dan Manajemen Risiko Bencana Nasional Nepal mengatakan 3.253 orang telah dievakuasi menggunakan helikopter dari kawasan terdampak.
Para penyintas, termasuk korban luka, diterbangkan ke Kathmandu dan sejumlah lokasi lain. Di antara orang-orang yang masih hilang terdapat warga asing dari berbagai negara, termasuk pendaki dan peziarah.
Angkatan Darat Nepal juga mengerahkan tim penyelamat ke Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Upper Trishuli-1 yang berada dekat perbatasan Nepal-China. Tim dikirim setelah menerima laporan sejumlah orang terjebak di dalam terowongan.
Juru Bicara Angkatan Darat Nepal Brigadir Jenderal Raja Ram Basnet mengatakan, operasi penyelamatan terkendala lumpur yang menutup akses ke terowongan.
"Rumit untuk menemukan titik masuk dan keluar terowongan karena semuanya tertutup lumpur. Prioritas pertama kami adalah menyelamatkan orang-orang yang terjebak," kata Basnet kepada AP.
Video yang beredar memperlihatkan banjir dengan arus sangat deras menghancurkan bangunan, jembatan, dan kendaraan. Warga terlihat berlari menyelamatkan diri ketika banjir menerjang kawasan permukiman.
Setelah air surut, bangunan dan jalan-jalan tertutup lumpur. Puing beton berserakan di berbagai lokasi yang sebelumnya dilanda banjir.










