Asfinawati Soroti Kehadiran GRIB Jaya ke Lokasi Ricuh 27 Agustus, Singgung UU Ormas

Asfinawati Soroti Kehadiran GRIB Jaya ke Lokasi Ricuh 27 Agustus, Singgung UU Ormas

Terkini | inews | Selasa, 1 September 2026 - 20:43
share

JAKARTA, iNews.id - Akademisi dan Pegiat HAM, Asfinawati menyoroti kehadiran organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya ke lokasi demonstrasi 27 Agustus yang berakhir ricuh.

Asfinawati menyambut baik temuan-temuan dan tindakan antisipatif GRIB Jaya di lokasi kericuhan massa usai demonstrasi di sekitar Gedung DPR pada Kamis, (27/8/2026) lalu. Namun, menurutnya ada undang-undang (UU) yang mengatur tindakan ormas.

"Jadi, saya senang dengan temuan teman-teman GRIB, tapi kan Indonesia negara hukum, saya merespons positif ingin menjaga negara, ingin memantau, tapi ada undang-undang ormas yang mengatakan ormas tidak bisa bertindak seperti aparat keamanan, tidak boleh bertindak seperti polisi," ucap Asfinawati dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Di Balik Demo Agustus 2026' yang disiarkan di iNews, Selasa (1/9/2026).

Dia merespons positif pemantauan yang dilakukan GRIB Jaya di lokasi kericuhan tersebut. Namun menurutnya, ormas tidak bisa bertindak seperti kepolisian saat berada di tengah suasana tersebut.

"Kalau memantaunya oke, melaporkan ke aparat iya, tapi terjun langsung itu jadi bahaya. Dalam konteks negara hukum kan polisi punya pelatihannya, kalau dia salah pukul orang kita bisa minta pertanggungjawabannya," katanya.

"Tapi kalau misalnya tadi, saya yang datang ke lapangan, dan saya merasa ini sudah mau melakukan kerusuhan, kita ga punya ukurannya dan sulit dimintai pertanggungjawaban dan dia dengan mudah bisa menjadi konflik horizontal," tuturnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) GRIB Jaya, Zulfikar mengonfirmasi pihaknya terjun ke lokasi demonstrasi 27 Agustus yang berujung ricuh. Namun, anggota GRIB Jaya hanya berada di dalam jalan tol yang saat itu ditutup sementara.

Dia mengatakan, kehadiran GRIB Jaya ke lokasi demonstrasi yang berakhir ricuh hanya ingin menghalau massa yang meluas ke berbagai kawasan di sekitar Gedung DPR.

"Jadi kami terpanggil, kami keluar dari kantor bukan mau perang dan menghantam mereka, kami datang ingin menghalau dan mengajak mereka pulang," kata Zulkifar dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Di Balik Demo Agustus 2026' yang disiarkan di iNews, Selasa (1/9/2026).

Zulfikar menambahkan, jumlah massa GRIB Jaya yang terjun pada lokasi demo mencapai ratusan orang dengan membawa bambu untuk menghalau massa yang mulai ricuh.

"Kami di dalam tol, tidak keluar dari tol. Sekitar lima truk dan tiga mobil pribadi. Kami sambil menertibkan, kami niat datang ke lokasi kerusuhan bukan untuk perang dengan mereka," ujarnya.

Topik Menarik