Direktur CIA Temui Bos Intelijen Rusia, Trump: Bukan untuk Beri Peringatan
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membantah laporan bahwa Direktur CIA John Ratcliffe menemui kepala Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR) Sergei Naryshkin di Moskow untuk memperingatkan Rusia agar tidak menyerang negara-negara anggota NATO.
Trump menyebut pertemuan Ratcliffe dengan Naryshkin merupakan komunikasi rutin antarkepala badan intelijen kedua negara. Menurut dia, Ratcliffe memang memiliki hubungan baik dengan koleganya dari Rusia.
"Ratcliffe bertemu dengan rekan sejawatnya dari Rusia setiap 6 bulan sekali atau setiap tahun sekali. Mereka memiliki hubungan sangat baik. Tidak ada pesan dan tidak ada yang aneh," kata Trump.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump setelah Ratcliffe melakukan pertemuan dengan sejumlah pejabat Rusia di Moskow. Sejumlah laporan sebelumnya menyebut kunjungan itu berkaitan dengan peringatan kepada Moskow agar tidak meningkatkan konflik dengan negara-negara sekutu AS di NATO, terutama terkait dukungan mereka terhadap Ukraina.
Trump dengan tegas membantah anggapan tersebut. Dia juga mengatakan tidak memiliki kekhawatiran bahwa Rusia akan menyerang wilayah NATO.
"Saya telah berbicara baik dengannya. Dia tidak akan menyerang wilayah NATO," ujar Trump, seperti dikutip Anadolu, Selasa (1/9/2026).
Trump bahkan menilai dirinya tidak perlu mengeluarkan ancaman kepada Putin agar Rusia tidak menyerang negara-negara anggota aliansi pertahanan trans-Atlantik.
"Saya tidak ingin berkomentar tentang itu, tapi mereka tidak akan menyerang," tuturnya.
Keyakinan Trump tersebut sebelumnya juga disampaikan dalam wawancara dengan portal berita Axios. Ketika ditanya mengenai rumor bahwa Rusia berpotensi menyerang negara NATO, Trump memberikan jawaban singkat.
"Tidak ada masalah," ujarnya.
Trump selama ini diketahui memiliki komunikasi langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Karena itu, dia mengaku cukup yakin dengan penilaiannya mengenai sikap Moskow terhadap NATO.
Di sisi lain, Trump enggan memberikan kepastian mengenai kemungkinan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia karena hubungan ekonomi negara tersebut dengan Iran.
Klasemen Grup B Piala AFF 2026 Usai Thailand vs Malaysia 2-0: War Elephant Gusur Harimau Malaya!
AS sebelumnya memperketat tekanan terhadap Iran melalui sanksi yang bertujuan mengisolasi Teheran dari sistem keuangan dan perdagangan global. Washington juga mengancam negara-negara yang membantu Iran menghindari sanksi tersebut.
Ketika ditanya apakah Rusia akan menghadapi sanksi karena kerja sama ekonominya dengan Iran, Trump menjawab diplomatis.
"Tergantung, tergantung. Sejauh ini, saya kira Rusia telah berperilaku cukup baik terkait dengan Selat Hormuz," kata Trump.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa meski Washington tetap menaruh perhatian terhadap hubungan Rusia-Iran, Trump untuk saat ini belum memastikan adanya langkah hukuman baru terhadap Moskow.
Sementara itu, pertemuan Ratcliffe dan Naryshkin menjadi perhatian karena komunikasi langsung antara pejabat intelijen AS dan Rusia masih dipandang penting di tengah ketegangan hubungan kedua negara.
Namun, Trump berupaya meredam spekulasi mengenai agenda pertemuan tersebut. Menurutnya, komunikasi antara kedua badan intelijen bukan sesuatu yang luar biasa dan tidak dapat dianggap sebagai sinyal bahwa Washington sedang mengirimkan peringatan keras kepada Kremlin.
Dengan demikian, Trump kembali menegaskan keyakinannya bahwa Putin tidak akan mengambil langkah untuk menyerang wilayah negara-negara NATO, meskipun hubungan Rusia dengan AS dan negara-negara Eropa masih diwarnai ketegangan akibat konflik Ukraina.










