Trump Disebut Tawarkan Senjata AS ke Xi Jinping, China Mau Beli?

Trump Disebut Tawarkan Senjata AS ke Xi Jinping, China Mau Beli?

Terkini | inews | Senin, 28 September 2026 - 15:51
share

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut sempat menawarkan penjualan senjata AS kepada Presiden China, Xi Jinping. Trump bahkan dikabarkan bertanya apakah Xi berminat membeli persenjataan dari Washington.

Hal tersebut disampaikan Duta Besar AS untuk China, David Perdue dalam wawancara dengan Shannon Bream di program Fox News Sunday. Pernyataan itu disampaikan beberapa hari setelah Trump menerima kunjungan kenegaraan Xi di Washington.

Perdue mengatakan Trump menjelaskan kepada Xi penjualan senjata AS ke Taiwan merupakan hal yang biasa. Menurut Trump, Washington melakukan transaksi penjualan senjata dengan berbagai pihak di seluruh dunia.

"Namun, Presiden Trump terus mengatakan, 'Hei, kita menjual senjata kepada pihak-pihak lain di seluruh dunia,'" ujar Perdue, dilansir dari AP, Senin (28/9/2026).

"Dia bahkan sempat bertanya kepada Presiden Xi apakah beliau berminat untuk membelinya," lanjutnya.

Perdue tidak memerinci kapan Trump menyampaikan tawaran tersebut kepada Xi.

Pernyataan itu muncul setelah pembawa acara menyoroti kekhawatiran sejumlah anggota parlemen dari Partai Republik dan Demokrat mengenai penundaan paket bantuan serta pesanan senjata untuk Taiwan. Taiwan merupakan wilayah yang memiliki pemerintahan sendiri dan selama ini menjadi salah satu penerima utama persenjataan AS.

Bream kemudian mempertanyakan apakah AS sengaja menahan pasokan senjata dan bantuan untuk Taiwan demi menjaga hubungan dengan Xi yang baru saja bertemu Trump.

Perdue menepis anggapan tersebut. Dia mengatakan Trump memiliki sikap yang sangat tegas terhadap Taiwan dan telah menjual banyak persenjataan kepada wilayah tersebut.

Menurut Perdue, Trump dan Xi juga terus membahas kemungkinan penjualan senjata AS kepada Taiwan pada masa mendatang.

AS sendiri memiliki ketentuan hukum yang mengharuskan Washington menyediakan sarana bagi Taiwan untuk mempertahankan diri. Meski tidak mengakui Taiwan sebagai negara, AS selama ini menjadi pendukung informal sekaligus pemasok senjata utama bagi Taiwan.

Namun, kebijakan AS mengenai kemungkinan pengerahan kekuatan militer untuk membela Taiwan jika terjadi serangan China masih bersifat ambigu.

China selama ini mendesak Washington menghentikan penjualan senjata ke Taiwan. Desakan tersebut juga muncul dalam pertemuan Trump dan Xi di Beijing pada Mei lalu.

Setelah pertemuan tersebut, AS menunda paket penjualan senjata untuk Taiwan senilai 14 miliar dolar AS. Nilai tersebut disebut sebagai paket penjualan senjata terbesar yang pernah tercatat. Trump kemudian menyebut penjualan senjata kepada Taiwan sebagai "alat tawar-menawar yang sangat baik" dalam negosiasi dengan China.

Dalam pembicaraan tertutup di Gedung Putih pekan lalu, Xi juga mendesak Trump menentang kemerdekaan Taiwan, menurut media pemerintah China.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China, Guo Jiakun tidak membenarkan pernyataan Perdue ketika dimintai tanggapan pada Senin.

Namun, Guo mengatakan China akan terus memperkuat kemampuan pertahanan nasional sesuai kebutuhan. Dia juga menegaskan komitmen Beijing untuk menjaga perdamaian dan stabilitas dunia.

Topik Menarik