Kopdes Merah Putih Dibuka 1 Oktober, 26.661 Gerai Siap Beroperasi
JAKARTA, iNews.id - Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih ditargetkan mulai beroperasi serentak pada 1 Oktober 2026. Saat ini, lebih dari 30 ribu manajer sudah menjalani pelatihan, sedangkan gerai fisik yang rampung 100 persen baru mencapai 26.661 unit.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mengatakan jumlah manajer yang telah disiapkan memang lebih banyak dibandingkan gerai fisik yang tersedia. Penempatan para manajer untuk operasional koperasi ditargetkan selesai pada 1 Oktober.
“Yang sudah dilatih menjadi manajer koperasi itu kan ada 30 ribu lebih orang, tapi koperasinya belum sebanyak itu. Penempatan manajer untuk operasi akan selesai tanggal 1 Oktober,” kata Zulhas seusai rapat koordinasi di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) Joao Angelo De Sousa Mota menyampaikan hingga akhir kuartal III/2026, sebanyak 26.661 koperasi telah menyelesaikan pembangunan fisik 100 persen.
“Ada 26.661 koperasi desa/kelurahan merah putih yang sudah selesai 100 persen,” ujar Joao dalam kesempatan sama.
Program percontohan Kopdes/Kel Merah Putih di Jawa Timur juga mulai mencatat aktivitas transaksi. Pada Mei 2026, terdapat 1.081 koperasi yang telah diresmikan Presiden dan kini mencatat transaksi.
“Per Mei 2026 seperti di Jawa Timur ada 1.081 koperasi seperti yang diresmikan Presiden. Sekarang transaksi hari ini Rp31 miliar dari 1.081 kopdes,” jelas Joao.
Para manajer Kopdes/Kel Merah Putih akan bekerja menggunakan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) selama dua tahun di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara. Pemerintah menetapkan penghasilan manajer pada rentang Rp6,8 juta hingga Rp8,3 juta per bulan, disesuaikan dengan UMK wilayah penugasan.
“Statusnya tetap sebagai pegawai kontrak waktu tertentu selama dua tahun di bawah BUMN Agrinas Pangan dengan pendapatan antara Rp6,8 juta sampai Rp8,3 juta sesuai UMK daerah. Angka itu sudah merangkum semuanya karena tanggung jawabnya berat,” ucap Zulhas.










