5 Fakta Kebakaran Pabrik Swallow di Medan, Nomor 3 Bikin Merinding!
MEDAN, iNews.id - Kebakaran pabrik Swallow terjadi di Jalan Yos Sudarso Kilometer 6, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatra Utara, Selasa (27/1/2026) malam. Api cepat membesar disertai ledakan berulang hingga membuat warga panik.
Sepanjang belasan jam, petugas gabungan berjibaku memadamkan api hingga Rabu (28/1/2026) siang. Pemadaman berjam-jam ini karena banyaknya bahan baku dalam pabrik tersebut yang merupakan bahan mudah terbakar.
Berikut ini sejumlah fakta yang dirangkum terkait kebakaran pabrik Swallow Medan, baik dari keterangan saksi, pihak perusahaan dan aparat di lapangan.
5 Fakta Kebakaran Pabrik Swallow di Medan:
1. Kebakaran Berawal dari Gudang Bahan Baku
Informasi awal di lokasi menyebut api muncul dari area gudang. HRD PT Garuda Mas Perkasa, Maya mengatakan asap pertama kali terlihat berasal dari gudang bahan baku.
“Asap awalnya terlihat dari gudang bahan, seperti goni dan material yang akan digunakan maupun dijual,” ucapnya, Rabu (28/1/2026).
Senada disampaikan Kapolsek Medan Labuhan Kompol Tohap Sibuea yang menyebut keterangan sementara mengarah pada gudang bahan baku sebagai titik awal kebakaran.
“Dari keterangan yang kami terima, api pertama kali muncul dari gedung gudang bahan baku,” katanya.
2. Api Membesar saat Pergantian Shift Pekerja
Maya menjelaskan kebakaran diketahui sekitar pukul 21.50 WIB bertepatan waktu istirahat dan pergantian shift dari shift kedua ke shift ketiga. Kondisi itu membuat area pabrik relatif kosong saat api mulai muncul.
“Kejadiannya saat jam istirahat. Shift tiga belum masuk, jadi aktivitas produksi belum berjalan,” katanya.
Selain itu ada saksi yang melihat para pekerja berhamburan menyelamatkan diri dengan berlari keluar pabrik saat terjadi kebakaran.
3. Aroma Karet Terbakar hingga Ledakan Berulang
Kebakaran cepat meluas karena banyak material berbahan karet yang mudah terbakar. Petugas di lapangan juga melaporkan aroma karet terbakar tercium hingga area jalan raya sekitar lokasi. Kondisi ini membuat pemadaman lebih sulit karena api cepat menyambar dan sulit dijinakkan.
Selain itu, warga sekitar mengaku mendengar ledakan berkali-kali dari dalam area pabrik. Saksi mata Marsya menuturkan suara ledakan terdengar keras dan membuat warga berhamburan mencari tempat aman.
"Kami dengar ledakan ternyata ada kebakaran. Sampai saat ini sudah ada tujuh kali ledakan keras banget dari pabrik," ujarnya, Selasa (27/1/2026) malam.
Marsya juga menyebut titik kebakaran berada di area gudang.
"Ini yang terbakar pabrik Swallow, pabrik ban. Lokasi yang terbakar di bagian gudang," katanya.
4. Damkar, Brimob dan Warga Berjibaku Padamkan Api
Puluhan armada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan dikerahkan agar api tidak merembet ke permukiman. Brimob Polda Sumut juga ikut membantu dengan mengerahkan Armoured Water Cannon (AWC) serta menerjunkan 20 personel untuk pengamanan dan pengendalian kerumunan warga.
Komandan Satuan Brimob Polda Sumut Kombes Pol Rantau Isnur Eka menegaskan pengerahan AWC dan personel merupakan respons cepat dalam kondisi darurat.
Wakapolri Sebut Pemulihan Infrastruktur Kunci Pergerakan Ekonomi di Daerah Terdampak Bencana
“Ini merupakan wujud kesiapan Satuan Brimob Polda Sumut manakala dibutuhkan secara cepat dan mendadak, baik dalam pengamanan maupun penanganan situasi darurat demi keselamatan masyarakat dan stabilitas kamtibmas,” katanya, Rabu (28/1/2026).
Informasi di lapangan menyebut pemadaman tidak berlangsung singkat. Pendinginan dilaporkan masih dilakukan hingga dini hari, sementara kobaran api juga disebut masih terlihat di beberapa titik pada Rabu (28/1/2026) pagi.
5. Tak Ada Korban Jiwa, Penyebab Masih Diselidiki Labfor
Di tengah ramainya informasi di media sosial, pihak perusahaan dan polisi memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka. HRD PT Garuda Mas Perkasa, Maya menegaskan kabar korban meninggal tidak benar.
“Isu korban jiwa yang beredar di media sosial itu tidak benar. Sampai saat ini, tidak ada korban jiwa,” ujar Maya.
Sementara Kompol Tohap Sibuea juga menegaskan hal yang sama.
“Korban jiwa tidak ada. Luka-luka juga tidak ada berdasarkan keterangan pihak perusahaan,” ujarnya.
Saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Polisi berkoordinasi dengan Bidang Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumut untuk memastikan penyebab pasti.
“Untuk penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Kami berkoordinasi dengan Bid Labfor Polda Sumut,” ujar Tohap.
Kerugian material juga belum bisa dipastikan karena proses pemadaman dan penanganan masih berlangsung.
“Kerugian belum bisa ditaksir. Pemadaman masih dilakukan,” ucapnya.










