Wakil Sekjen PBB Ikut Berduka Gugurnya Prajurit TNI Praka Rico Pramudia

Wakil Sekjen PBB Ikut Berduka Gugurnya Prajurit TNI Praka Rico Pramudia

Nasional | sindonews | Sabtu, 25 April 2026 - 09:37
share

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan belasungkawa atas gugurnya prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL Praka Rico Pramudia. Rico gugur akibat serangan di Lebanon Selatan akhir Maret 2026.

Praka Rico mengembuskan napas terakhirnya setelah mengalami luka berat akibat ledakan artileri dari tank Israel di dekat kota Adchit Al Qusayr dan menjalani perawatan selama hampir sebulan di salah satu rumah sakit di Beirut.

Baca juga: Praka Rico Pramudia Gugur di Lebanon, Indonesia Kecam Serangan Israel

Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian Jean-Pierre Lacroix menyampaikan kesedihannya atas gugurnya Praka Rico. “Saya sangat sedih harus menyampaikan kabar duka atas meninggalnya seorang anggota pasukan penjaga perdamaian @UNIFIL yang pemberani,” tulis Lacroix dalam akun X-nya @Lacroix_UN yang dilihat Sabtu (25/4/2026).

“Kopral Rico Pramudia dari Indonesia, yang mengalami luka kritis pada tanggal 29 Maret, telah meninggal dunia akibat luka yang dialaminya,” sambungnya.Lacroix kembali menyampaikan belasungkawa kepada keluarga hingga kerabat atas gugurnya Praka Rico. “Belasungkawa terdalam saya sampaikan kepada keluarga, teman-teman, serta kepada Tentara dan Pemerintah Indonesia,” ucapnya.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengecam Israel atas gugurnya Praka Rico Pramudia, prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL. “Indonesia kembali mengutuk keras serangan Israel yang menyebabkan gugurnya peacekeeper Indonesia. Serangan terhadap personel pemelihara perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang,” demikian keterangan yang disampaikan Kemlu, Sabtu (25/4/2026).

Sejak insiden tersebut, pemerintah terus melakukan koordinasi erat dan intensif dengan pihak UNIFIL. Kemlu bersama pemerintah Lebanon dan tim medis di Beirut juga telah memastikan penanganan medis dilakukan secara cepat dan optimal.

Maka itu, Indonesia mendesak PBB melakukan investigasi menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna mengungkap fakta serta memastikan pertanggungjawaban atas insiden ini. Bagi Indonesia, keselamatan dan keamanan peacekeeper PBB tidak dapat ditawar

“Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan PBB dan negara-negara kontributor pasukan untuk memperkuat perlindungan bagi seluruh personel di lapangan, termasuk melalui evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan dan keamanan serta penguatan langkah mitigasi risiko di wilayah operasi UNIFIL,” ungkapnya.

Dengan wafatnya Praka Rico, Indonesia sudah kehilangan empat prajurit TNI saat bertugas bersama UNIFIL di Lebanon Selatan dalam sebulan terakhir. Prajurit TNI yang lebih dulu gugur yakni Praka Farizal Rhomadhon yang wafat akibat serangan artileri pada 29 Maret dalam peristiwa yang mengakibatkan Praka Rico terluka.

Kemudian, pada 30 Maret dua prajurit TNI yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan gugur saat konvoi pasukan yang mereka kawal diserang. Rangkaian serangan yang terjadi pada 29-30 Maret dan 3 April tersebut juga menyebabkan 7 tentara TNI terluka.

Topik Menarik