Kebakaran Landa Pusat Oleh-oleh di Malioboro, 12 Damkar Dikerahkan

Kebakaran Landa Pusat Oleh-oleh di Malioboro, 12 Damkar Dikerahkan

Nasional | sindonews | Senin, 28 September 2026 - 07:40
share

Kebakaran melanda pusat oleh-oleh Hamzah Batik di kawasan wisata Jalan Malioboro, Yogyakarta, Senin (28/9/2026) dini hari. Kobaran api membakar bangunan hingga menjalar ke sejumlah bagian gedung yang terletak di ujung selatan Malioboro, dan di seberang depan Pasar Beringharjo tersebut.

Berdasarkan kesaksian warga, titik api mulai terlihat sekitar pukul 01.30 WIB dari lantai dua bangunan pertokoan Hamzah Batik. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan melahap bagian bangunan di atasnya.

Baca juga: Dilarang Merokok di Malioboro! Ngeyel, Pelanggar Didenda Rp7,5 Juta

Ketua RW 2 Ngupasan, Deny Wibisono mengatakan, api diduga pertama kali muncul saat terdapat aktivitas perbaikan kamar mandi di lantai tiga. Saat itu, warga mendengar suara letupan dari benda yang terbakar.

Ketika dilakukan pengecekan, api sudah terlihat menyala di ruang dapur lantai tiga. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas keamanan yang sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).

"Yang terjadi kebakaran di Mirota Batik atau Hamzah Batik itu memang wilayah kami. Sekitar jam 01.30 WIB terjadi kebakaran hebat yang melanda Hamzah Batik," kata Deny.

Baca juga: Penampakan Malioboro Diserbu Wisatawan saat Libur Lebaran, Pejalan Kaki Sulit Melangkah

Karena kobaran api semakin besar dan cepat merembet, pihak keamanan langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran dan Polsek Gondomanan.

Tidak lama kemudian, petugas Damkar Kota Yogyakarta, Polsek Gondomanan, serta tim medis PSC 119 Kota Yogyakarta tiba di lokasi.Proses pemadaman dilakukan secara besar-besaran dengan mengerahkan 12 unit mobil pemadam kebakaran gabungan. Selain itu, satu unit water cannon Polresta Yogyakarta dan satu truk pemadam kebakaran milik TNI turut dikerahkan.

Warga sekitar juga melakukan penyiraman secara preventif untuk mencegah api merembet ke permukiman padat di sekitar lokasi. Aliran listrik di kawasan tersebut turut dipadamkan untuk mengantisipasi bahaya korsleting.

Petugas Damkar Mako Kota Yogyakarta, Dipoyono mengatakan, saat petugas tiba di lokasi, api sudah membesar dan merembet dari lantai atas ke lantai dua.

"Kalau kronologinya, kita tadi dapat laporan, api sudah besar di lantai paling atas. Waktu kita sampai ke TKP, api sudah besar sekali. Sudah merembet ke lantai dua dari atas," ujar Dipoyono.

Menurutnya, seluruh personel dari Pos Mojo dan Mako Kota Yogyakarta dikerahkan untuk menangani kebakaran. Bantuan juga datang dari Damkar Bantul, Sleman, UGM, TNI, serta sejumlah pihak terkait.Petugas membutuhkan waktu beberapa jam untuk menjinakkan kobaran api. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.45 WIB dan proses dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Pihak Damkar menduga kebakaran dipicu korsleting atau arus pendek listrik. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian akibat kebakaran ditaksir cukup besar.

Petugas mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi instalasi dan kabel listrik di bangunan guna mencegah terjadinya kebakaran akibat korsleting.

Topik Menarik