Detik-Detik Kebakaran Hamzah Batik Malioboro di Yogyakarta, Sempat Terdengar Letupan

Detik-Detik Kebakaran Hamzah Batik Malioboro di Yogyakarta, Sempat Terdengar Letupan

Nasional | inews | Senin, 28 September 2026 - 08:54
share

YOGYAKARTA, iNews.id - Kobaran api mengamuk di bangunan Hamzah Batik kawasan wisata Malioboro, Kota Yogyakarta, Senin (28/9/2026) pukul 01.30 WIB. Api muncul dari lantai tiga dan dengan cepat merembet ke bagian bangunan lain hingga membuat warga panik.

Detik-detik kebakaran Hamzah Batik Malioboro bermula ketika warga di sekitar lokasi mendengar suara letupan. Saat dilakukan pengecekan, api ternyata sudah menyala di area dapur lantai tiga bangunan pertokoan tersebut.

Ketua RW 2 Ngupasan, Denny Wibisono, menjadi salah satu warga yang mengetahui kejadian tersebut. Posisi rumahnya yang berada tepat di belakang Hamzah Batik membuat warga sekitar langsung mengambil langkah untuk mengantisipasi kobaran api.

"Kebetulan yang terjadi kebakaran di Mirota Batik atau Hamzah Batik itu adalah kebetulan memang wilayah kami. Tadi sekitar sekira jam 1.30 itu terjadi kebakaran hebat yang melanda di Hamzah Batik," ujarnya, Senin (28/9/2026).

Warga dan petugas keamanan kemudian berupaya melakukan pemadaman awal menggunakan alat pemadam api ringan atau APAR. Namun, kobaran api terus membesar sehingga upaya tersebut tidak mampu menghentikan rambatan api.

Melihat kondisi semakin berbahaya, laporan langsung disampaikan kepada petugas pemadam kebakaran dan Polsek Gondomanan. Tidak lama berselang, sejumlah armada dan personel tiba untuk melakukan penanganan.

Api yang membesar juga membuat warga di sekitar bangunan bergerak cepat melindungi rumah mereka. Penyiraman dilakukan di area yang berdekatan dengan lokasi kebakaran agar kobaran tidak merambat ke permukiman padat.

"Kebetulan rumah kami memang persis di sebelah Hamzah Batik, nah kami juga melakukan tindakan preventif untuk memadamkan api di sekitaran rumah kami agar tidak menyebar ke mana-mana, kira-kira seperti itu karena memang kebakarannya cukup besar tadi," katanya.

Petugas Damkar Kota Yogyakarta yang tiba di lokasi mendapati kobaran sudah membesar di bagian atas bangunan. Api bahkan telah merembet menuju lantai di bawahnya sehingga petugas harus melakukan pemadaman dari sejumlah titik.

"Kalau kronologinya, kita tadi dapat laporan, api sudah besar di lantai paling atas. Waktu kita ke TKP sudah, sampai ke TKP itu sudah api sudah besar sekali. Sudah merembet ke lantai dua dari atas," ujar petugas damkar Kota Yogyakarta Dipoyono.

Besarnya kobaran membuat proses pemadaman melibatkan 12 unit mobil damkar gabungan. Petugas juga mendapat dukungan water cannon Polresta Yogyakarta dan satu unit truk pemadam milik TNI.

Penanganan tidak hanya dilakukan dari sisi bangunan Hamzah Batik. Petugas dan warga juga berupaya mencegah api menjalar ke bangunan lain di sekitarnya. Aliran listrik turut dipadamkan untuk mengurangi risiko bahaya selama proses pemadaman.

Setelah kobaran utama berhasil dikendalikan, petugas belum langsung meninggalkan lokasi. Penyisiran dilakukan untuk mencari bara yang masih tersisa di dalam bangunan.

"Belum, ini masih kita menyisir untuk bara-bara api, kita cairkan dulu untuk bara-bara api. Nanti kalau sudah selesai, sudah menghijau kita baru bisa berhenti," kata Dipoyono.

Pemadaman melibatkan personel dari berbagai unsur. Selain Damkar Kota Yogyakarta, bantuan datang dari wilayah Bantul dan Sleman, UGM, TNI, serta sejumlah pihak terkait.

"Semua yang dari Pos Mojo maupun dari Mako itu semua diterjunkan. Ada 4 regu diterjunkan, dan dari Bantul, Sleman, kita datang membantu, dari UGM sudah membantu, dari tentara dan dari pihak terkait juga membantu," ucapnya.

Kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.45 WIB. Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Petugas sementara menduga kebakaran dipicu korsleting listrik, sedangkan kerugian akibat kebakaran masih dihitung.

Topik Menarik