Viral MBG Dipindahkan ke Plastik, SPPG Beri Klarifikasi

Viral MBG Dipindahkan ke Plastik, SPPG Beri Klarifikasi

Ekonomi | okezone | Minggu, 11 Januari 2026 - 15:51
share

JAKARTA - Video distribusi makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikemas dalam kantong plastik menjadi sorotan di media sosial. Banyak masyarakat bertanya-tanya soal MBG yang dikemas dengan cara yang tidak semestinya.

Menanggapi hal tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karyasari, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, selaku pihak yang mendistribusikan menu makanan, menjelaskan bahwa semula MBG didistribusikan menggunakan ompreng sesuai prosedur.

Namun, setibanya di lokasi penerima, salah seorang kader posyandu memindahkan makanan dari ompreng ke dalam kantong plastik. Tindakan tersebut dilakukan tanpa koordinasi dan tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) penyajian MBG.

"Setelah ompreng tiba di tempat, oleh ibu kader yang bersangkutan, makanan yang ada di dalam ompreng dipindahkan dan disatukan penyajiannya di dalam kantong plastik karena ibu kader memiliki alasan spontanitas," jelas Kepala SPPG Karyasari, Dimas Dhika Alpiyan, dikutip dari keterangan resminya, Minggu (11/1/2025).

"Setelah itu, makanan diberikan kepada penerima manfaat, yaitu bumil, busui, dan balita. Ompreng kemudian dibawa pulang oleh sopir dalam keadaan kosong," lanjutnya.

Dimas mengungkapkan, kejadian tersebut baru diketahui oleh SPPG pada keesokan harinya, setelah menerima laporan beredarnya potongan video di media sosial yang memperlihatkan penyajian makanan MBG dalam kantong plastik.

 

"Setelah video tersebut viral, pihak SPPG Karyasari Sukaresmi mengundang para ibu kader untuk komunikasi lebih lanjut. Ibu kader datang pada Jumat, 9 Januari, pukul 09.00, dan mengklarifikasi bahwa mereka memang memasukkan menu tersebut ke dalam plastik karena keadaan yang spontan," kata Dimas.

Sementara itu, Koordinator Kader Posyandu Desa Pasirkadu, Kecamatan Sukaresmi, Lusi, turut meluruskan informasi yang beredar agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Ia menegaskan bahwa kondisi makanan dalam video tidak dapat disimpulkan sebagai makanan tidak layak konsumsi, melainkan sebagai upaya menghindari risiko kontaminasi akibat air hujan di lapangan.

"Perlu kami luruskan, bukan seperti yang terlihat di video itu. Kejadiannya sangat spontan, ditambah cuaca saat itu tidak memungkinkan. Akhirnya makanan kami pindahkan dari ompreng ke plastik semata-mata karena khawatir terkena air hujan," jelas Lusi.

Topik Menarik