Bansos Pangan Siap Dicairkan ke 18,2 Juta Keluarga Selama 4 Bulan

Bansos Pangan Siap Dicairkan ke 18,2 Juta Keluarga Selama 4 Bulan

Ekonomi | okezone | Minggu, 11 Januari 2026 - 20:10
share

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras tetap dilanjutkan pada 2026. Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Bulog mencapai 3,248 juta ton hingga penghujung 2025.

Dengan demikian, optimisme program intervensi pemerintah dapat terus dilakukan pada tahun ini.

"Kita harus optimistis tidak ada masalah untuk beras di tahun 2026 ini. Tentu SPHP beras jalan terus. Tahun 2026 kemarin sudah disepakati di dalam rakortas, SPHP 1,5 juta ton. Kemudian sudah disepakati juga bantuan pangan untuk 18,277 juta keluarga selama 4 bulan," ungkap Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, Minggu (11/1/2026).

"Ini kan juga untuk pengeluaran stok, sehingga pada saat nanti Bulog mulai menyerap hasil panen raya, keluar-masuk beras dapat dijaga dengan baik. Kebetulan Bapak Kepala Bapanas itu kan sangat optimistis. Jadi kita harus optimistis juga," sambungnya.

Adapun pelaksanaan bantuan pangan tahap kedua berupa beras dan minyak goreng masih diperpanjang hingga 31 Januari 2026. Hal ini dimungkinkan melalui skema Rekening Penampung Akhir Tahun Anggaran (RPATA) yang telah diajukan Bapanas dan disetujui Kementerian Keuangan.

Per 2 Januari 2026, Bulog telah menyalurkan bantuan pangan tahap kedua kepada 17,370 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP) dari target 18,277 juta PBP. Secara kuantitas, beras dan minyak goreng masing-masing telah tersalurkan sebesar 347,4 ribu ton dan 69,4 juta liter secara nasional.

 

Sementara itu, untuk program SPHP beras tahun 2025 tengah diupayakan Bapanas agar dapat diperpanjang pula dengan skema RPATA hingga 31 Januari 2026. Realisasi SPHP beras tahun 2025 sendiri telah berada di angka 802,9 ribu ton di seluruh wilayah Indonesia.

Tak hanya hilir perberasan yang diperhatikan pemerintah. Sisi hulu yang merupakan ranah sangat penting juga akan terus dijaga performanya. Produksi beras nasional pada 2026 optimistis dapat kembali mencapai swasembada karena mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia.

"Gabah Rp6.500 itu sangat relatif menguntungkan petani, sehingga menurut kami tidak ada alasan petani tidak menanam. Begitu petani kita nyaman untuk berproduksi, maka cita-cita swasembada akan lebih mudah kita capai. Dengan menjaga harga gabah petani, ini menurut kami salah satu cara untuk mencapai swasembada beras," ujar Ketut

Topik Menarik