Sri Mulyani Diangkat Jadi Direksi Gates Foundation
JAKARTA - Sri Mulyani Indrawati diangkat menjadi anggota dewan direksi Gates Foundation. Hal ini diumumkan Gates Foundation pada Senin 12 Januari 2026.
Sri Mulyani dikenal sebagai salah satu menteri keuangan wanita pertama dan terlama di Indonesia serta mantan direktur pelaksana dan kepala operasional Bank Dunia.
Sebagai ekonom yang dihormati secara global, Sri Mulyani memimpin reformasi besar di berbagai lembaga keuangan dan memperjuangkan kebijakan yang mendorong ketahanan dan pertumbuhan ekonomi inklusif. Pengalaman Sri Mulyani yang luar biasa dalam kebijakan ekonomi dan pembangunan akan memberikan perspektif berharga bagi tata kelola dan misi Gates Foundation.
“Sri Mulyani membawa pengalaman mendalam dalam membentuk hasil ekonomi yang adil, keahlian yang sangat penting untuk mencapai tujuan jangka panjang yayasan,” kata Mark Suzman, CEO dan anggota dewan pengurus Gates Foundation dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (13/1/2026).
“Kepemimpinannya akan membantu memastikan bahwa sumber daya kami terus digunakan untuk memperluas kesempatan, mempromosikan pertumbuhan ekonomi inklusif, dan meningkatkan hasil bagi masyarakat di seluruh dunia," sambungnya.
Sri Mulyani bergabung dengan dewan pengurus pada saat yang sangat penting dalam sejarah yayasan ini. Tahun lalu, Ketua yayasan Bill Gates membuat komitmen bersejarah untuk menghabiskan dana abadi yayasan selama dua dekade mendatang dan fokus pada tiga tujuan yaitu mengakhiri kematian ibu dan bayi yang dapat dicegah, memastikan bahwa generasi mendatang tumbuh tanpa menderita penyakit menular yang mematikan dan mengangkat jutaan orang keluar dari kemiskinan dan menempatkan mereka pada jalan menuju kemakmuran.
Usai diangkat menjadi anggota dewan direksi Gates Foundation, Sri Mulyani terasa terhormat. “Dengan waktu 20 tahun untuk memberikan dampak sebesar mungkin dalam kehidupan mereka yang paling membutuhkan, saya merasa terhormat untuk bergabung dengan dewan direksi Gates Foundation guna berkontribusi pada momen penting yang penuh tantangan dan peluang ini,” kata Sri Mulyani.
Kolaborasi Sri Mulyani dengan Gates Foundation dimulai hampir satu dekade lalu, melalui pekerjaan yang mengeksplorasi bagaimana teknologi baru dapat memperluas peluang dan memajukan pembangunan inklusif dan berkelanjutan.
"Saya sangat termotivasi untuk membawa pengalaman saya di bidang keuangan global, kebijakan ekonomi, dan tata kelola pemerintahan yang baik ke dalam upaya-upaya penting ini untuk menyelamatkan nyawa dan meningkatkan taraf hidup," katanya.
Sri Mulyani akan bertugas bersama anggota dewan lainnya seperti Ashish Dhawan, Helene Gayle, Strive Masiyiwa, Thomas J Tierney, Suzman dan Bill Gates. Sementara, Baroness Nemat (Minouche) Shafik saat ini sedang cuti karena menjalankan tanggung jawabnya sebagai kepala penasihat ekonomi untuk Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer.
Selain itu, Gates Foundation juga mengumumkan pembentukan Divisi Kantor Afrika dan India (AIO) yang baru, yang akan dipimpin oleh Ankur Vora sebagai presiden AIO di samping perannya saat ini sebagai kepala strategi. Divisi baru ini menyatukan kantor-kantor negara yayasan di seluruh Afrika dan India untuk memperkuat suara regional dan negara dalam strategi, penetapan prioritas, dan pelaksanaan.
Di Afrika dan India, yayasan ini bekerja sama dengan organisasi non-pemerintah, sektor swasta, inovator, komunitas lokal, serta pemerintah nasional dan negara bagian untuk memajukan prioritas kesehatan dan pembangunan mereka.
Kehadiran yayasan di Afrika dimulai sejak tahun 2012 dan kini mencakup lima negara, dengan kantor di Ethiopia, Kenya, Nigeria, Senegal, dan Afrika Selatan. Kantor di India, yang berlokasi di Delhi, dibuka pada tahun 2003, dengan cakupan kegiatan di berbagai negara bagian.
Vora bergabung dengan yayasan tersebut pada tahun 2013 dan memberikan saran kepada ketua dan CEO yayasan mengenai fokus dan investasi yayasan, serta arah jangka panjang, termasuk rencana penutupan pada tahun 2045.
Dia menambahkan pengawasan terhadap kantor-kantor perwakilan yayasan di seluruh Afrika dan India ke dalam tanggung jawabnya, bekerja sama erat dengan para pemimpin regional, termasuk Paulin Basinga, direktur Afrika, dan Archna Vyas, direktur Kantor Perwakilan India.
“Seiring yayasan terus meningkatkan dampaknya hingga tahun 2045, Divisi Kantor Afrika dan India yang baru mencerminkan peran sentral yang dimainkan kawasan ini dalam memajukan misi kami dan pentingnya memastikan bahwa perspektif negara terus membentuk strategi, prioritas, dan bagaimana sumber daya dikerahkan,” kata Vora.









