LPOI Serukan Hentikan Perang, Dukung Diplomasi Global Prabowo

LPOI Serukan Hentikan Perang, Dukung Diplomasi Global Prabowo

Nasional | okezone | Selasa, 3 Maret 2026 - 17:08
share

JAKARTA – Lembaga Persaudaraan Ormas Islam (LPOI) menyerukan, penghentian perang dan penghapusan penjajahan di seluruh dunia serta menyatakan dukungan terhadap langkah diplomasi internasional Presiden Prabowo Subianto.

Ketua Umum LPOI, Said Aqil Siroj menilai dunia saat ini berada dalam titik kritis akibat eskalasi konflik bersenjata, polarisasi geopolitik, hingga krisis kemanusiaan yang meluas.

"Bangsa Indonesia berdiri di atas amanat konstitusi bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Amanat ini bukan hanya prinsip domestik, tetapi mandat internasional," ujar Said Aqil, Selasa (3/3/2026).

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu menegaskan, Indonesia dengan politik luar negeri bebas dan aktif memiliki legitimasi moral dan posisi strategis untuk berperan dalam membangun dialog di tengah polarisasi global.

"Indonesia tidak hanya menjadi pengamat, tetapi harus menjadi pelaku aktif dalam menciptakan solusi yang adil dan berimbang," katanya.

 

Dalam pernyataannya, LPOI menyampaikan lima poin sikap:

1. Memimpin diplomasi perdamaian secara proaktif dan berani, termasuk menginisiasi dialog tingkat tinggi, mendorong gencatan senjata permanen, serta memperjuangkan koridor kemanusiaan tanpa hambatan.

2. Menolak tunduk pada tekanan atau dominasi kekuatan mana pun, serta menegaskan kembali politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. LPOI juga meminta pemerintah meninjau kembali keikutsertaan dalam Board of Peace (BOP) demi menjaga kedaulatan NKRI.

3. Menegakkan supremasi hukum internasional tanpa standar ganda, termasuk mendorong akuntabilitas atas pelanggaran HAM dan hukum humaniter internasional.

4. Memperkuat keamanan nasional secara terintegrasi, melalui penguatan pertahanan, ketahanan ekonomi, keamanan siber, serta diplomasi pertahanan strategis.

5. Mengonsolidasikan solidaritas Global Selatan, guna membangun arsitektur global yang lebih demokratis, inklusif, dan setara.

 

Said Aqil menekankan, bahwa perdamaian dunia tidak dapat dipisahkan dari ketahanan nasional. Stabilitas politik, kemandirian ekonomi, ketahanan pangan dan energi, serta persatuan nasional menjadi fondasi kepemimpinan global yang efektif.

"Perdamaian abadi bukan sekadar absennya perang, melainkan hadirnya keadilan. Hak asasi manusia harus ditegakkan secara universal dan tanpa standar ganda," tegasnya.

LPOI juga mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari akademisi, tokoh agama, masyarakat sipil, dunia usaha, generasi muda hingga diaspora, untuk memperkuat persatuan nasional dalam mendukung diplomasi Indonesia yang tegas, independen, dan bermartabat.

"Indonesia tidak boleh menjadi penonton dalam pergolakan global. Indonesia harus menjadi penentu arah," ujar Said Aqil.

ia menegaskan komitmen LPOI untuk mendukung langkah Presiden Prabowo dalam menjaga keamanan nasional dan memperjuangkan perdamaian dunia.

“Kami menyatukan suara dan tenaga untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan moral, spiritual, dan strategis di tengah dinamika global,” pungkasnya.

Topik Menarik