Polemik Ijazah Jokowi, Ade Darmawan: Analisis Fotokopi Bukan Anatomi
JAKARTA - Wakil Ketua Umum BRN Relawan Prabowo-Gibran, Ade Darmawan, menyatakan dukungannya terhadap langkah Rismon Sianipar yang mengakui keaslian ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Menurutnya, sikap Rismon didasari oleh dorongan untuk menyampaikan kebenaran.
"Saya membela Rismon karena itu adalah suatu kebenaran. Dia terusik secara batin. Dalam negara hukum, tidak ada yang asli dikatakan palsu, dan tidak ada yang palsu dikatakan asli. Itu tidak bisa terjadi sampai kapan pun. Mereka tidak memiliki bukti," ujar Ade Darmawan dalam program Interupsi iNews TV, Kamis (19/3/2026).
Ade juga menyoroti metode analisis yang digunakan kubu Roy Suryo dalam polemik tersebut, khususnya terkait pendekatan anatomi dokumen.
“Analisis anatomi dan sebagainya, itu dilakukan dari foto, bahkan dari fotokopi. Saya juga pernah menggunakan metode anatomi dalam beberapa kasus. Namun, metode yang benar bukan seperti yang dilakukan kelompok Mas Roy,” paparnya.
Menurut Ade, analisis terhadap dokumen berbasis fotokopi tidak dapat dikategorikan sebagai metode anatomi yang valid.
“Sudah bukan anatomi lagi karena yang dianalisis adalah ijazah dalam bentuk fotokopi,” tegasnya.
Pernyataan ini berkaitan dengan polemik keaslian ijazah Presiden ke-7 RI yang sebelumnya sempat dipersoalkan oleh sejumlah pihak, termasuk Rismon Sianipar.
Dalam kajiannya, Rismon sempat mengklaim menemukan kejanggalan melalui analisis digital dan forensik dokumen, seperti pada aspek tipografi, tata letak, hingga elemen visual, termasuk stempel. Analisis tersebut dilakukan berdasarkan dokumen yang beredar di publik.
Belakangan, Rismon mengakui bahwa hasil kajiannya keliru dan tidak melalui proses validasi yang memadai. Ia pun mencabut pernyataannya, meminta maaf, serta memilih menempuh penyelesaian melalui mekanisme restorative justice.









