Timnas Italia Gagal Lolos Piala Dunia 2026, Antonio Conte Tawarkan Diri Jadi Pelatih!
NAPLES – Antonio Conte menawarkan diri untuk menjadi pelatih Timnas Italia usai negaranya gagal lolos Piala Dunia 2026. Kebetulan, masa depannya sebagai allenatore Napoli juga gelap.
Kegagalan Timnas Italia lolos ke Piala Dunia 2026 jadi berita heboh di seantero jagat. Sebagai empat kali juara, tentu absensi Gli Azzurri dalam tiga edisi beruntun sejak 2018 sangat disayangkan.
Akibat kegagalan itu, Presiden FIGC Gabriele Gravina mengundurkan diri. Ia mengikuti jejak kepala delegasi Gianluigi Buffon dan pelatih Timnas Italia Gennaro Gattuso yang mundur dari posisinya.
1. Menawarkan Diri
Kursi lowong itu tidak boleh dibiarkan terlalu lama tanpa pengganti. Conte menawarkan diri untuk kembali mengisi jabatan pelatih Timnas Italia seperti yang diembannya pada 2014-2016.
“Jika saya adalah Presiden FIGC, saya akan mempertimbangkan diri saya sendiri bersama kandidat lainnya. Untuk beragam alasan, saya akan menaruh Conte di daftar kandidat,” papar Conte, mengutip dari laman Football Italia, Selasa (7/4/2026).
“Lagipula, saya sudah pernah bekerja untuk tim nasional dan saya tahu lingkungannya. Saya merasa bangga karena mewakili negara adalah pengalaman yang indah,” imbuh pria berusia 56 tahun tersebut.
2. Pemilihan Presiden
Situasi cukup menguntungkan buat Conte dan FIGC. Pasalnya, kontrak sang pelatih di Napoli akan habis pada Juni 2027. Ia mengaku akan membahas masa depannya bersama pemilik klub di akhir musim ini.
Kebetulan, keinginan Conte itu mendapat restu dari Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis. Ia mengaku akan mengizinkan sang pelatih pergi dan mengambil jabatan di Timnas Italia jika memintanya secara langsung.
Rekam jejak Conte bersama Timnas Italia juga cukup bagus dalam dua tahun kepemimpinannya. Ia mengukir 14 kemenangan, 6 kali seri, dan 5 kalah, dalam 25 laga, termasuk membawa negaranya lolos ke Piala Eropa 2016.
Namun, FIGC tak ingin buru-buru menunjuk pelatih baru. Mereka baru akan menentukan siapa yang layak memimpin Gli Azzurri setelah memilih presiden baru pada 22 Juni 2026.









