Kisah Pembalap Malaysia Hakim Danish, Rival Veda Ega Pratama yang Laris Manis Diburu 5 Tim Moto3 dan Moto2

Kisah Pembalap Malaysia Hakim Danish, Rival Veda Ega Pratama yang Laris Manis Diburu 5 Tim Moto3 dan Moto2

Olahraga | okezone | Rabu, 15 Juli 2026 - 04:01
share

KISAH pembalap asal Malaysia, Hakim Danish yang diburu tim-tim Moto3 dan Moto2 menarik untuk dibahas. Berkat penampilan impresifnya di awal musim Moto3 2026, rival pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama tersebut bahkan diincar oleh lima tim!

Ya, manajer tim Sepang International Circuit (SIC) Racing, Zulfahmi Khairuddin, mengungkapkan setidaknya ada lima tim dari kelas Moto3 dan Moto2 yang berminat meminang pembalap berusia 18 tahun tersebut untuk musim depan.

Menurut Zulfahmi, tim-tim yang menaruh minat bukan kaleng-kaleng, melainkan barisan skuad profil tinggi. Mereka disebut sangat serius untuk mengamankan tanda tangan pembalap yang saat ini membela AEON Credit-MT Helmets-MSi tersebut.

1. Penjajakan Mulai Berjalan di Eropa

Proses diskusi awal pun dikabarkan sudah mulai berjalan demi menimbang opsi terbaik bagi masa depan karier Hakim Danish. Pihak manajemen kini tengah membedah program pengembangan pembalap, stabilitas jangka panjang, hingga kualitas motor yang ditawarkan.

"Ketika saya berada di Jerman, banyak tim datang menemui saya. Target utama saya sebenarnya masih berdiskusi dengan tim saat ini, tetapi di waktu yang sama saya juga melihat opsi-opsi lain," ujar Zulfahmi, dikutip dari New Straits Times, Rabu (15/7/2026).

Hakim Danish. (Foto: Instagram/hakimdanish_13)

Zulfahmi menegaskan pihaknya sangat selektif dalam memilih pelabuhan baru. Ia enggan bernegosiasi dengan tim yang levelnya berada di bawah MT Helmets-MSi jika ingin bersaing memperebutkan gelar juara dunia.

2. Cari Tim Terbaik

Keputusan akhir mengenai ke mana Hakim Danish akan berlabuh nantinya tidak akan didasari oleh nilai kontrak semata. Faktor kecocokan sang pembalap dengan kultur tim serta peluang emas untuk menembus kelas utama (MotoGP) menjadi indikator utama.

 

"Dalam olahraga balap motor, performa adalah segalanya. Kami tidak bisa mengambil keputusan hanya berdasarkan emosi atau uang saja. Yang lebih penting adalah memiliki motor yang kompetitif, kru teknis yang kuat, dan lingkungan tempat pembalap bisa berkembang," imbuh Zulfahmi.

Hakim Danish. (Foto: Instagram/hakimdanish_13)

Zulfahmi juga menambahkan aspek adaptasi kru Eropa dengan pembalap asal Malaysia menjadi poin krusial yang harus dinilai secara saksama agar sang pembalap mendapatkan lingkungan kerja yang ideal.

Sementara itu, tim Hakim Danish saat ini, MT Helmets-MSi, dilaporkan juga tengah menunggu keputusan dari pihak manajemen sang pembalap karena mereka hampir merampungkan seluruh susunan pembalap mereka untuk musim depan.

Topik Menarik