Mengapa Penalti Spanyol Tetap Sah Meski Lamine Yamal Diduga Handball?

Mengapa Penalti Spanyol Tetap Sah Meski Lamine Yamal Diduga Handball?

Olahraga | sindonews | Rabu, 15 Juli 2026 - 05:09
share

Penalti yang membawa Spanyol unggul atas Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026 sempat memicu perdebatan. Sejumlah pihak mempertanyakan keputusan wasit memberikan hadiah penalti setelah bola terlihat mengenai tangan Lamine Yamal sesaat sebelum Lucas Digne melakukan pelanggaran di dalam kotak terlarang.

Insiden terjadi pada menit ke-20 di Dallas Stadium, Texas. Digne gagal mengantisipasi bola dengan sempurna sebelum tanpa sengaja menendang Yamal yang bergerak masuk ke area penalti. Wasit Ivan Barton langsung menunjuk titik putih, dan Mikel Oyarzabal sukses mengeksekusi penalti dua menit kemudian untuk membawa Spanyol unggul.

Keputusan tersebut menuai protes dari kubu Prancis. Mereka menilai bola sempat menyentuh tangan Yamal sebelum pelanggaran terjadi sehingga seharusnya penalti dibatalkan. Namun, mantan wasit FIFA sekaligus pakar peraturan pertandingan, Christina Unkel, menegaskan keputusan wasit sudah sesuai dengan Laws of the Game.

Menurut Unkel, tayangan ulang menunjukkan bola mengenai bagian lengan yang masih termasuk area bahu atau ujung lengan (sleeve), bukan tangan yang dikategorikan sebagai handball.

"Titik kontak bola berada di bagian lengan yang masih termasuk area sleeve, sehingga itu tidak dianggap sebagai handball. Karena itu, keputusan memberikan penalti tetap benar," jelas Unkel saat memberikan analisis di siaran langsung ITV.Unkel juga menjelaskan bahwa Digne tetap bertanggung jawab atas tekel yang dilakukannya meski kontak terjadi setelah sang bek sudah terlanjur mengayunkan kaki untuk menyapu bola.

"Ini mirip dengan insiden Harry Kane sebelumnya. Seorang pemain mungkin sudah telanjur melakukan tekel, tetapi tetap memiliki tanggung jawab untuk menghindari kontak dengan lawan jika memungkinkan," tambahnya.

Gol penalti Oyarzabal menjadi pembuka kemenangan Spanyol sebelum Pedro Porro menggandakan keunggulan pada babak kedua. La Furia Roja akhirnya menang 2-0 dan memastikan tiket ke final Piala Dunia 2026.

Selain kontroversi penalti, Prancis juga mendapat pukulan lain ketika bek William Saliba mengalami cedera dan harus ditarik keluar pada babak pertama. Sementara itu, Spanyol kembali menunjukkan permainan khas mereka dengan penguasaan bola yang sabar dan efektif, serta mempertahankan reputasi sebagai salah satu tim dengan pertahanan terbaik sepanjang turnamen.

Kemenangan tersebut mengantarkan Spanyol ke partai puncak Piala Dunia 2026. Tim asuhan Luis de la Fuente kini tinggal menunggu pemenang semifinal lainnya antara Argentina dan Inggris untuk memperebutkan gelar juara dunia.

Topik Menarik