Minum Asam Folat Bikin Bumil Mual? Ini Penjelasan Dokter
JAKARTA - Keluhan mual hingga perubahan warna feses menjadi lebih gelap dapat dialami ibu hamil setelah mengonsumsi suplemen zat besi. Kondisi tersebut kerap menimbulkan kekhawatiran dan membuat sebagian ibu hamil menghentikan konsumsi suplemen tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Fajar Alam, melalui unggahan video di akun Instagramnya menjelaskan bahwa perubahan warna feses dan rasa mual setelah mengonsumsi suplemen zat besi merupakan efek yang dapat terjadi. Ia pun membagikan sejumlah cara untuk mengurangi rasa tidak nyaman tersebut.
Ia menceritakan pengalaman salah satu pasiennya yang mengeluhkan mual serta perubahan warna feses setelah mengonsumsi suplemen zat besi dan asam folat.
“Ada ibu hamil tadi dia lapor, ‘Karena saya habis minum asam folat besi, itu saya jadi mual, terus BAB-nya jadi coklat, agak gelap’. Terus akhirnya dia, ‘Berarti obatnya nggak cocok ya, Dok? Saya berhenti ajalah karena mual, nggak enak’,” kata dr. Fajar.
Menanggapi keluhan tersebut, dr. Fajar menegaskan bahwa zat besi dan asam folat merupakan nutrisi penting selama kehamilan. Salah satu manfaatnya adalah membantu mencegah anemia pada ibu hamil.
“Jadi Ibu-ibu, suplementasi zat besi sama asam folat itu memang diperlukan untuk ibu hamil. Jadi fungsinya adalah dia memang suplemen yang esensial, yang penting untuk ibu hamil untuk mencegah anemia,” jelas dia.
Ia juga meluruskan anggapan bahwa munculnya rasa mual dan perubahan warna feses merupakan tanda tubuh tidak cocok dengan suplemen. Menurutnya, perubahan tersebut dapat menjadi respons yang normal terhadap konsumsi zat besi.
“Lha terus masalah mual, kemudian BAB-nya jadi tambah gelap, itu juga reaksi normal dari suplementasi zat besi,” tegas dr. Fajar.
Atur Waktu Minum Suplemen
Untuk mengurangi rasa mual, dr. Fajar menyarankan ibu hamil memperhatikan waktu mengonsumsi suplemen. Menurutnya, suplemen dapat diminum pada malam hari menjelang tidur sehingga keluhan mual tidak terlalu mengganggu aktivitas.
“Nah, yang perlu diakalin, gimana caranya supaya enggak mual, itu pertama: waktu minumnya sebisa mungkin malam kalau mau tidur. Kalau minumnya pagi, Ibu-ibu habis itu mau masak atau mau pergi ke kantor, akhirnya jadinya enggak enak, mblenek perutnya, terus mual. Jadi enggak pas, kerjanya jadinya enggak efektif, malah akhirnya sebel sama vitaminnya,” beber dia.
Sederhanakan Jumlah Tablet
Selain mengatur waktu konsumsi, dr. Fajar juga menyarankan agar ibu hamil memperhatikan jumlah tablet atau suplemen yang dikonsumsi setiap hari. Terlalu banyak tablet dalam satu waktu dapat membuat perut terasa penuh dan tidak nyaman.
“Yang kedua, misalnya tablet dari Puskesmas cuma tablet besi dan kalsium, berarti kan yang lainnya belum. Ada vitamin A, vitamin B, vitamin C, kemudian asam folat, EPA, DHA, itu juga belum,” tambah dr. Fajar.
Ia kemudian menyarankan ibu hamil mempertimbangkan suplemen yang mengandung beberapa nutrisi sekaligus agar jumlah tablet yang dikonsumsi dapat lebih sederhana.
“Lha mending beli satu multivitamin yang komplet. Beli di apotek atau minta ke Bu Bidan yang lengkap multivitamin. Jadi minum satu, tapi isinya udah banyak,” pungkas dia.
Meski demikian, ibu hamil sebaiknya tidak menghentikan atau mengganti suplemen yang diresepkan secara sepihak. Jika efek samping terasa berat atau menimbulkan kekhawatiran, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga kesehatan untuk menentukan langkah yang tepat.










