Usai Operasi SAR Dihentikan, PFI Kawal Pencarian Mandiri 5 Jurnalis di Selat Sunda

Usai Operasi SAR Dihentikan, PFI Kawal Pencarian Mandiri 5 Jurnalis di Selat Sunda

Nasional | okezone | Senin, 21 September 2026 - 16:19
share

JAKARTA - Pewarta Foto Indonesia (PFI) masih mendampingi upaya pencarian mandiri terhadap lima jurnalis yang hilang di perairan Selat Sunda setelah operasi pencarian resmi dihentikan.

Lima jurnalis tersebut hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di kawasan Selat Sunda.

Salah satu jurnalis yang masih dalam pencarian merupakan jurnalis iNews Media Group, Yudistiro Pranoto. Empat lainnya yakni M Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis freelance.

Ketua Umum PFI Pusat, Dwi Pambudo mengatakan, komunikasi dengan keluarga korban terus dilakukan untuk mendukung berbagai upaya pencarian lanjutan yang kini melibatkan nelayan setempat.

"Kami Pewarta Foto Indonesia sampai saat ini masih berikhtiar, berkomunikasi, bersinergi melalui kontak-kontak dengan delapan keluarga. Ada beberapa ikhtiar, salah satunya secara mandiri atau bantuan dari nelayan. Sembari beraktivitas keseharian di lautan, secara mandiri mereka juga mencari, masih menyisir ataupun membantu di beberapa identifikasi yang sebelumnya dinyatakan hilang," kata Dwi usai acara doa bersama dan aksi solidaritas di Hall Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (21/9/2026).

Menurut Dwi, para nelayan di sejumlah pulau juga terus berkomunikasi dan saling membantu proses pencarian. Keluarga korban pun masih melakukan berbagai ikhtiar, termasuk menggelar doa bersama.

Dwi mengatakan pencarian mandiri dilakukan setelah operasi pencarian oleh tim SAR dihentikan. Meski demikian, keluarga korban masih optimistis akan adanya perkembangan baru terkait keberadaan para korban.

"Selama ini keluarga sudah mempunyai kontak masing-masing untuk berdoa atau berikhtiar semoga ada temuan. Teman-teman jurnalis dan tiga awak kapal, seluruh keluarga masih tetap terus optimistis bisa ada temuan atau ada mukjizat atas kehendak-Nya, apa pun hasilnya," ujarnya.

 

Namun, hingga saat ini belum ada perkembangan dari upaya pencarian mandiri tersebut.

"Sampai saat ini komunikasi keluarga yang kita dampingi belum ada titik terang. Masih berusaha tetap di pencarian-pencarian keluarga dan nelayan. Kami berkomunikasi karena juga masih ada keluarga teman jurnalis di sana. Jadi komunikasi dibangun antar keluarga, kami berusaha mendampingi pencarian mandiri ini," katanya.

Sebelumnya, operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda resmi dihentikan setelah berlangsung selama 10 hari pada Kamis (17/9/2026).

Meski demikian, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Banten menyatakan operasi pencarian dapat kembali dibuka apabila ditemukan petunjuk baru yang bisa ditindaklanjuti.

Dalam acara doa bersama dan aksi solidaritas tersebut, Dwi menyebut solidaritas insan pers tetap terjaga selama proses pencarian berlangsung.

"Jadi saat ini Pewarta Foto Indonesia masih kuat, masih bersatu pada masyarakat melakukan pencarian mandiri. Apapun harapannya, ikhtiar tolong dimaklumi. Kita percaya semua insan pers saling bersatu, saling menolong. Harapannya, teman-teman bisa kembali bersama keluarga dan karya-karya teman-teman bisa abadi," pungkasnya.
 

Topik Menarik