Usai Dicoret, Dean James Beri Kabar Buruk untuk Timnas Indonesia
JAKARTA, iNews.id - Dean James batal gabung Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026 dan media Belanda mengungkap penyebabnya karena sakit. Fakta ini menambah sorotan terhadap absennya pemain Go Ahead Eagles tersebut.
Nama Dean James sebelumnya masuk dalam daftar awal 41 pemain yang diproyeksikan tampil di FIFA Series 2026. Turnamen ini dijadwalkan berlangsung pada 27-30 Maret 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Dia kemudian kembali masuk dalam daftar final berisi 24 pemain. Posisi tersebut menandakan dia masuk dalam rencana utama tim pelatih untuk turnamen tersebut.
Namun saat para pemain abroad mulai berdatangan ke Jakarta, Dean James tidak terlihat bergabung. Situasi ini memunculkan tanda tanya di kalangan publik.
Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji, kemudian mengonfirmasi pembatalan tersebut. Dia menjelaskan keputusan diambil untuk menjaga kondisi mental pemain.
Sumardji menyebut keputusan itu berkaitan dengan regulasi pertandingan. Hanya 23 pemain yang bisa masuk dalam daftar susunan pemain sehingga satu nama harus dicoret.
Fakta Lain Terungkap dari Belanda
Di tengah penjelasan resmi tersebut, media Belanda De Stentor mengungkap fakta berbeda. Mereka menyebut Dean James tidak ikut bergabung karena sedang sakit.
Informasi itu diperoleh langsung dari Direktur Go Ahead Eagles, Jan Willem van Dop. Kondisi kesehatan pemain menjadi alasan utama dia tidak melakukan perjalanan.
"Direktur Go Ahead Eagles, Jan Willem van Dop, melaporkan bahwa James sedang sakit sehingga tidak ikut bepergian," tulis laporan De Stentor, dipetik Kamis (26/3/2026).
Situasi ini menjadi menarik karena terjadi bersamaan dengan polemik status pemain di Belanda. Dean James sebelumnya juga disorot terkait status paspor dan izin bermain.
Kasus tersebut mencuat setelah NAC Breda mengajukan protes usai kalah 0-6 dari Go Ahead Eagles. Mereka menilai Dean James tidak memenuhi syarat bermain karena statusnya sebagai Warga Negara Indonesia.
NAC Breda melaporkan hal itu ke Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB). Mereka meminta pertandingan tersebut diulang karena dianggap tidak sah.
Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap investigasi. Belum ada keputusan final dari pihak terkait mengenai status pertandingan maupun pemain.










