Taklimat 3,5 Jam, Presiden Prabowo Minta TNI-Polri Perbaiki Diri dan Perkuat Persatuan
Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat selama 3,5 jam dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI dan Polri tertutup yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (9/2/2026). Diketahui, acara dimulai pukul 10.00 WIB dan pimpinan TNI-Polri keluar dari Istana sekitar pukul 13.35 WIB.
Dalam taklimatnya, Presiden Prabowo meminta jajaran TNI-Polri untuk terus memperbaiki diri, merapatkan barisan, serta memperkuat persatuan demi kepentingan bangsa dan negara.
Baca juga: Taklimat Prabowo ke TNI-Polri: Harus Jadi Tentara dan Polisi Rakyat!
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai mengikuti taklim dari Presiden Prabowo pun mengatakan, Rapim TNI-Polri merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan setiap awal tahun.
“Sebagai Panglima Tertinggi TNI maupun Polri, tentu Bapak Presiden memberikan pengarahan-pengarahan untuk bagaimana TNI maupun Polri harus menjadi institusi yang kuat, profesional, dan terutama tadi pesan beliau adalah untuk menjadi Tentara Rakyat dan Polisi yang dicintai oleh rakyat,” ujar Prasetyo kepada awak media.Dalam arahannya, kata Prasetyo, Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TNI dan Polri atas peran aktif mereka selama lebih dari satu tahun masa kepemimpinannya.
Baca juga: Momen Prabowo Beri Taklimat ke Pati TNI-Polri di Istana, Bahas Apa?
“TNI maupun Polri terus menjadi garda terdepan di dalam membantu dan menyukseskan seluruh program-program pemerintah yang semua program itu selalu orientasinya adalah untuk kepentingan rakyat, kepentingan bangsa, dan kepentingan negara, di atas segala kepentingan pribadi maupun golongan,” kata Prasetyo.
Selain itu, Prasetyo pun mengatakan bahwa Presiden Prabowo menegaskan pentingnya persatuan. Ia meminta seluruh jajaran TNI dan Polri untuk terus bersatu, melakukan pembenahan internal, dan menjaga soliditas demi menjaga stabilitas nasional.Terkait penghargaan, Prasetyo mengungkapkan Presiden Prabowo meminta pimpinan TNI dan Polri agar tidak ragu memberikan reward kepada anggota yang menunjukkan dedikasi dan pengabdiannya.
“Bapak Presiden memang secara khusus tadi juga menyampaikan bahwa meminta kepada pimpinan TNI maupun Polri untuk tidak ragu-ragu, kemudian juga tidak segan-segan untuk memberikan penghargaan kepada anggota TNI maupun anggota Polri yang telah menunjukkan darmabaktinya kepada bangsa dan negara, telah menunjukkan dedikasinya, telah menunjukkan pengabdiannya dalam berbagai bentuk penghargaan tersebut,” jelasnya.
Mengenai evaluasi, Prasetyo menilai arahan Presiden Prabowo tersebut sudah mencerminkan evaluasi kinerja TNI dan Polri. Evaluasi itu menekankan penguatan profesionalisme, persatuan, serta pengabdian kepada masyarakat. Ia juga menyoroti peran TNI dan Polri dalam berbagai tugas kemasyarakatan, termasuk penanganan bencana dan pembangunan infrastruktur di daerah terpencil.
“Dalam hal penanganan bencana, TNI-Polri berada di garda yang paling depan. Kemudian, dalam hal pembangunan-pembangunan program pemerintah termasuk jembatan-jembatan di daerah-daerah terpencil, baik TNI maupun Polri juga bekerja keras ikut membangun sehingga bisa meringankan beban masyarakat,” pungkas Prasetyo.










