Penembak Massal Sekolah Kanada Ternyata Transgender, Namanya Jesse van Rootselaar
Tersangka penembakan massal yang menewaskan sembilan orang di sebuah sekolah menengah di Tumbler Ridge, Kanada, telah diidentifikasi polisi sebagai seorang perempuan berusia 18 tahun bernama Jesse van Rootselaar. Namun, dia sebenarnya terlahir secara biologis sebagai laki-laki.
Tersangka yang awalnya digambarkan sebagai “orang berpakaian perempuan" menembak mati dua orang di sebuah rumah dan tujuh orang lainnya di sebuah sekolah menengah di kota Tumbler Ridge di British Columbia pada Selasa sore waktu setempat.
Baca Juga: Penembakan Massal Terjadi di Sekolah Kanada, 9 Orang Tewas
Polisi mengatakan orang bersenjata itu melukai 25 orang lainnya sebelum melakukan bunuh diri dengan tembakan.
Pada konferensi pers pada hari Rabu, Wakil Komisaris Royal Canadian Mounted Police (RCMP) Dwayne McDonald mengatakan, "Tersangka seorang perempuan berusia 18 tahun bernama Jesse van Rootselaar.”Namun, ketika didesak tentang identitas gender tersangka, dia berkata: “Saya dapat mengatakan bahwa Jesse dilahirkan sebagai laki-laki biologis yang sekitar enam tahun lalu, mulai bertransisi menjadi perempuan, dan diidentifikasi sebagai perempuan, baik secara sosial maupun publik.”
Mengutip laporan media lokal, CTV, Kamis (12/2/2026), pihak berwenang Kanada awalnya mengidentifikasi tersangka penembakan sebagai Jesse Strang. Menurut laporan tersebut, dua jenazah yang ditemukan di sebuah rumah telah diidentifikasi sebagai ibu dan saudara laki-laki tersangka.
Beberapa jam sebelum pemberitaan CTV, media sayap kanan Juno News, mengeklaim telah dihubungi oleh paman tersangka yang mengatakan bahwa Jesse adalah seorang transgender.
Sedangkan laporan yang beredar di media sosial mengaitkannya dengan akun Reddit di mana tersangka menyatakan minatnya pada senjata api dan beralih menjadi perempuan pada usia 15 tahun.
Serangan tersebut merupakan penembakan massal paling mematikan ketiga dalam sejarah Kanada.Setidaknya delapan penembakan massal di Amerika Serikat (AS) sejak tahun 2018 telah dilakukan oleh laki-laki yang diidentifikasi sebagai perempuan.
Pada Agustus lalu, Robert Westman yang berusia 23 tahun, yang secara resmi mengubah namanya menjadi "Robin", menembak dua orang hingga tewas dan melukai 30 lainnya dalam serangan terhadap sebuah gereja di Minneapolis, Minnesota.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney membatalkan rencana perjalanannya ke Jerman setelah penembakan massal tersebut. Dalam pidatonya pada hari Rabu, dia menyebut serangan itu sebagai tindakan kekejaman yang belum pernah terjadi sebelumnya.
"Apa yang terjadi telah membuat negara kita terkejut dan kita semua berduka," katanya.










