Daryono Mundur dari Jabatan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Ada Apa?
Daryono mengundurkan diri dari jabatan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Daryono sekaligus mengajukan pensiun dini dari BMKG.
Daryono mengaku telah mengundurkan diri sejak dua pekan lalu. Ia pun meminta awak media tak mencantumkan jabatannya kembali atas jabatan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG dalam pemberitaan.
"Melalui pesan ini, saya ingin menyampaikan bahwa saya telah mengajukan pengunduran diri dari jabatan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami, sekaligus mengajukan pensiun dini dari BMKG," ujar Daryono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/2/2026).
Baca juga: Kerry Adrianto Anak Riza Chalid Dituntut Hukuman 18 Tahun Penjara di Kasus Tata Kelola Minyak
Meski telah menyatakan pensiun dari BMKG, Daryono menegaskan akan tetap memberikan edukasi publik terkait bidang kegempaan dan kebencanaan. Hal ini dia lakukan lantaran dirinya telah lama berkecimpung dalam kajian gempa bumi dan tsunami baik dalam aspek konsep dan teori kegempaan, sumber gempa, analisis data, maupun sejarah gempa dan tsunami."Saya tetap terbuka untuk berbagi pengetahuan, memberikan penjelasan ilmiah, serta menjadi narasumber apabila diperlukan," ungkap dia.
Daryono menuturkan dirinya memiliki tanggungjawab keilmuan (Scientific Responsibility), tanggung jawab edukasi (Educational Responsibility), dan tanggung jawab moral (Moral Responsibility) atas kondisi di Indonesia.
"InsyaAllah, hingga nantinya saya memiliki afiliasi institusi yang baru dan kredibel, saya akan tetap konsisten berkontribusi sebagai ahli dan edukator publik di bidang kebencanaan, dengan tetap menjunjung tinggi objektivitas ilmiah, integritas, dan kepentingan keselamatan masyarakat," pungkasnya.










