ABK Fandi Lolos dari Hukuman Mati, Gus Falah Apresiasi Hakim

ABK Fandi Lolos dari Hukuman Mati, Gus Falah Apresiasi Hakim

Nasional | sindonews | Sabtu, 7 Maret 2026 - 21:58
share

Anggota Komisi III DPR Nasyirul Falah Amru mengapresiasi putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam terhadap Anak Buah Kapal (ABK) Sea Dragon Fandi Ramadhan. Menurut dia, putusan majelis hakim layak diapresiasi.

Politikus yang akrab disapa Gus Falah itu menilai, majelis hakim dalam memutus mengunakan pendekatan “keadilan berbasis bukti “ dan sangat mengimplementasikan isi Pasal 5 ayat 1 UU Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasan Kehakiman yang mengamanatkan hakim wajib menggali, mengikuti, dan memahami nilai-nilai hukum dan rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat.

"Majelis hakim sangat tepat mencermati fenomena yang berkembang di masyarakat terkait peran Fandi Ramadhan, ini harus menjadi rujukan bagi para hakim pemeriksa perkara yang diatensi publik, agar benar-benar mengimplementasikan Pasal 5 ayat 1 tersebut sehingga rasa keadilan dapat diperoleh dari perkara yang akan diputus," ujar Gus Falah, Sabtu (7/3/2026).

Baca juga: Isi Lengkap Telegram Jenderal Agus Subiyanto Perintahkan TNI Siaga 1, Ada Apa?

Gus Falah juga mengapresiasi sensitivitas majelis hakim PN Batam dalam perkara ini, yang mencermati fenomena di publik dengan kemandirian penuh tanpa intervensi dari siapa pun. Dia pun menegaskan, Komisi III DPR berkomitmen memberikan atensi atas perkara yang menarik perhatian publik."Hal itu penting agar keadilan dalam masyarakat dapat terang benderang sehingga setiap warga negara akan mendapatkan keadilan sesuai fakta dan perbuatannya," pungkasnya.

Lihat video: Lolos dari Hukuman Mati! ABK Kasus 2 Ton Sabu Divonis 5 Tahun

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam menjatuhkan hukuman lima tahun penjara kepada Fandi Ramadhan, terdakwa kasus penyelundupan narkoba. Vonis ini berbeda dengan tuntutan hukuman mati oleh jaksa, yang sebelumnya menuai gelombang kritik di masyarakat.

"Menyatakan terdakwa Fandi Ramadhan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindakan pidana pemufakatan jahat tanpa hak, melawan hukum, menjadi perantara penjualan narkotika golongan satu bukan tanaman, yang berarti, lebih drai lima gram seperti dalam dakwaan primer penuntut umum," Ketua Majelis Hakim Tiwik, membacakan putusan itu pada Kamis (5/3/2026).

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Fandi Ramadhan oleh karena itu, selama lima tahun," ucapnya.

Topik Menarik