Kepala BGN Sebut Harga Motor Listrik untuk SPPG di Bawah Pasaran

Kepala BGN Sebut Harga Motor Listrik untuk SPPG di Bawah Pasaran

Nasional | sindonews | Rabu, 8 April 2026 - 19:21
share

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana membantah kabar yang menyebut bahwa pengadaan motor listrik untuk disalurkan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) seharga Rp58 juta per unit. Dia menegaskan bahwa pihaknya membeli dengan harga di bawah pasaran.

"Harga pasaran 52 juta, tapi kita beli kalau enggak salah 42 juta, di bawah harga pasaran," kata Dadan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Dia juga meluruskan kembali bahwa pengadaan motor listrik ini sudah masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2025. Saat itu target realisasi pengadaan motor listrik ini sebanyak 24.400 unit. "Realisasinya dari target 24.400 itu hanya bisa kita realisasikan 21.800-an dan sudah masuk ke dalam anggaran 2025," ujarnya.

Baca Juga: Emmo JVX GT Motor Listrik Berlogo MBG untuk Operasional SPPG?

Dadan memastikan tidak akan melakukan pengadaan motor listrik kembali di tahun 2026 ini. Hal ini sekaligus menjawab kritikan masyarakat terhadap pengadaan tersebut. "Untuk sementara kita cukupkan dulu sekian, karena ini kan anggaran 2025 ya, 2026 tidak ada perencanaan lagi untuk pembelian," pungkasnya.

Untuk SPPG di Daerah

Dadan Hindayana menyampaikan bahwa pengadaan motor listrik untuk menunjang program akan fokus didistribusikan ke SPPG yang berada di daerah yang sulit diakses."Iya akan kita distribusikan nanti untuk operasional seluruh orang yang ada di SPPG terutama untuk di daerah daerah yang sulit," kata Dadan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Hal ini disampaikan Dadan menanggapi kritikan masyarakat soal urgensi pengadaan motor listrik ini. Dia menyampaikan bahwa program MBG tidak hanya disalurkan ke daerah-daerah yang mudah diakses saja, tapi juga daerah yang memiliki medan yang sangat berat.

"Ya program ini kan menjangkau daerah daerah yang nanti akan sangat sulit. Menjangkau desa-desa, daerah daerah yang hanya bisa dengan motor. Itu untuk menunjang operasional," ujarnya.

Topik Menarik