Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
PT Pertamina EP Cepu (PEPC) membukukan kinerja operasional dan keuangan yang positif sepanjang 2025 dengan capaian produksi migas dan pengurangan emisi yang melampaui target perusahaan. Hasil tersebut menjadi modal bagi PEPC untuk mempercepat pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat komitmen transisi energi dan keberlanjutan pada 2026.
"Pencapaian tahun ini merupakan hasil kerja keras seluruh pekerja PEPC yang mampu beradaptasi dalam setiap perubahan dinamika yang terjadi. Ini adalah bukti bahwa ketangguhan organisasi kita bukan hanya diukur dari angka produksi, tetapi dari kemampuan kita untuk terus bergerak maju di tengah tantangan," ujar Direktur Utama PT Pertamina EP Cepu Ruby Mulyawan dalam keterangan pers, Sabtu (13/6/2026).
Baca Juga:Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2025, PEPC melaporkan realisasi produksi minyak mencapai 70,035 ribu barel minyak per hari (MBOPD) dan produksi gas sebesar 299,5 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Total lifting migas tercatat sebesar 94,349 ribu barel setara minyak per hari (BOEPD), sekaligus mempertegas peran perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Di bidang lingkungan, perusahaan berhasil menurunkan emisi sebesar 13,19 kiloton CO2 ekuivalen, melampaui target yang telah ditetapkan. Pada saat yang sama, PEPC juga membukukan laba positif yang mencerminkan solidnya fundamental bisnis dan efektivitas strategi operasional yang dijalankan sepanjang tahun.Pencapaian lain yang menjadi sorotan adalah aspek keselamatan kerja. Sejak 2017 hingga 2025, PEPC berhasil mencatatkan 70.111.623 jam kerja selamat, menunjukkan kuatnya penerapan budaya Health, Safety, Security and Environment (HSSE) di seluruh wilayah operasional perusahaan.
Komisaris Utama PEPC Taufan Hunneman mengapresiasi capaian tersebut di tengah tantangan geopolitik global yang masih berlangsung. Menurutnya, kinerja positif perusahaan mencerminkan sinergi yang kuat antara pekerja, manajemen, dan pemegang saham dalam mendukung terwujudnya kemandirian energi nasional.
Selain fokus pada operasi hulu migas, PEPC juga menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan. Pada sektor ekonomi, program Wirausaha Muda Mandiri Berdikari dan UMKM Naik Kelas telah melibatkan 15 kelompok mitra binaan dengan total penerima manfaat mencapai 3.636 orang. Sementara pada bidang lingkungan, perusahaan menjalankan program Biru Langit JTB yang mencakup pengurangan emisi, pengelolaan limbah, konservasi hutan, serta pemberdayaan petani hutan dan tanaman atsiri.
Di bidang sosial, PEPC menjalankan program pencegahan stunting, peningkatan akses pendidikan, pemberdayaan penyandang disabilitas, pelestarian budaya lokal, hingga penguatan kesiapsiagaan bencana melalui program Desa Siaga Bencana. Berbagai program tersebut menegaskan peran perusahaan sebagai mitra pembangunan masyarakat di sekitar wilayah operasi.Baca Juga:BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
Memasuki 2026, PEPC menetapkan tiga fokus strategis utama, yakni optimalisasi produksi dan cadangan migas melalui percepatan pengembangan lapangan dan Enhanced Oil Recovery (EOR), percepatan transisi energi melalui pengurangan emisi gas rumah kaca dan flaring reduction, serta penguatan program pemberdayaan masyarakat yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Kinerja positif tersebut turut diperkuat oleh tata kelola perusahaan yang baik. Laporan keuangan PEPC kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari auditor independen dan perusahaan meraih predikat tingkat kesehatan "sangat sehat" (AAA). Dalam RUPS, pemegang saham menyetujui seluruh agenda dan memberikan mandat kepada direksi untuk menjalankan rencana kerja 2026 yang berorientasi pada pertumbuhan, keberlanjutan, dan peningkatan kontribusi bagi sektor energi nasional.










