Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40 Mengalir ke UMKM

Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40 Mengalir ke UMKM

Ekonomi | sindonews | Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:46
share

Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) melaporkan total akumulasi penyaluran pinjaman daring (pindar). Hingga kini, total akumulasi penyaluran pinjaman melalui platform pindar telah melampaui Rp1.388 triliun dengan lebih dari 169 juta peminjam (borrower) aktif yang telah terlayani.

"Ada ketidakseimbangan narasi yang perlu dikoreksi, salah satunya tentang jutaan borrower yang berhasil tidak pernah jadi berita. Pindar adalah jembatan bagi jutaan orang tersebut, yang selama ini tidak punya rekam jejak perbankan dan kini bisa mendapatkan modal untuk tumbuh," kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) Firlie Ganinduto seperti dikutip pada Sabtu (13/6/2026).

Baca Juga:Pinjol Jadi Favorit Warga RI, Pendanaan Tembus Rp92,92 Triliun

AFTECH menyebut sekitar 38 hingga 40 dari total penerima pinjaman merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memperoleh akses pembiayaan untuk pertama kalinya. Selain itu, lebih dari 90borrower tercatat memenuhi kewajiban pembayaran tepat waktu sesuai perjanjian.

Menurut Firlie, industri pindar tidak hanya berfungsi sebagai penyalur pinjaman, tetapi juga menjadi pintu masuk masyarakat yang belum terjangkau layanan perbankan formal untuk masuk ke dalam sistem keuangan. Banyak pengguna memanfaatkan pinjaman untuk menambah modal usaha, menjaga arus kas usaha, hingga memenuhi kebutuhan pendidikan keluarga.

Untuk menjaga kepercayaan publik, AFTECH memastikan seluruh penyelenggara pindar yang menjadi anggotanya menerapkan standar tata kelola yang ketat, transparan dalam biaya dan bunga, serta memiliki mekanisme perlindungan konsumen yang jelas dan mudah diakses masyarakat.

"Kepercayaan adalah satu-satunya fondasi yang membuat industri ini bisa terus tumbuh dan relevan. AFTECH tidak hanya hadir sebagai asosiasi administratif, tetapi juga menjadi mitra aktif bagi anggota dalam membangun kepercayaan kepada pengguna, regulator, dan masyarakat luas," ujar Firlie.

Di tingkat platform, dampak pembiayaan dinilai melampaui nilai pinjaman yang disalurkan. Sementara, Direktur Utama Easycash Nucky Poedjiardjo mengatakan pihaknya melihat banyak pengguna yang awalnya meminjam untuk menambah stok usaha kecil, kemudian berkembang hingga mampu mempekerjakan karyawan dan masuk ke ekosistem perbankan formal.

Baca Juga:Jangan hanya Lihat Bunga, Pahami Cicilan Sebelum Ajukan Pindar

Pandangan serupa disampaikan Direktur Sahabat Mikro Fintek (Samir) Yonathan Gautama. Menurutnya, akses pembiayaan pertama bagi masyarakat yang sebelumnya tidak tersentuh sistem keuangan formal dapat memberikan efek berganda terhadap perekonomian lokal, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga peningkatan aktivitas usaha pemasok di daerah.

Saat ini AFTECH menaungi sembilan penyelenggara pindar aktif, yakni Easycash, Samir, AdaKami, Amartha, Julo, Indosaku, PinjamDuit, LumbungDana, dan Danai. Seluruh platform tersebut beroperasi di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta berkomitmen menerapkan tata kelola yang bertanggung jawab.

Topik Menarik