Atasi Kekeringan, Warga Bekasi Bisa Dapat Bantuan Air Bersih Gratis

Atasi Kekeringan, Warga Bekasi Bisa Dapat Bantuan Air Bersih Gratis

Nasional | sindonews | Selasa, 23 Juni 2026 - 17:46
share

Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya di wilayah Kabupaten Bekasi. Saat ribuan warga mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, Perumda Tirta Bhagasasi memastikan siap turun tangan menyalurkan bantuan demi memenuhi kebutuhan masyarakat.

Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi Reza Luthfi Hasan mengatakan penyediaan air bersih bagi warga terdampak kekeringan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan publik. Terutama ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat.

Baca juga: BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Menurutnya, penyaluran bantuan dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi.

Dalam skema tersebut, Perumda menyediakan pasokan air bersih, sementara BPBD mendistribusikannya menggunakan armada truk tangki ke lokasi yang membutuhkan.

“Ini merupakan bentuk respons cepat terhadap kondisi darurat. Kami siap mendukung BPBD karena memiliki tanggung jawab yang sama dalam melayani masyarakat,” kata Reza, Selasa (23/6/2026).

Baca juga: BMKG Ungkap 5 Daerah Tak Diguyur Hujan Lebih Sebulan, Probolinggo Terlama

Meski hingga kini belum menerima permintaan langsung dari masyarakat, Perumda telah menyiapkan mekanisme penyaluran bantuan.

Warga yang mengalami kesulitan air bersih dapat mengajukan permohonan melalui pemerintah desa, kemudian diteruskan ke kecamatan dan BPBD untuk ditindaklanjuti.Reza menegaskan pihaknya siap mengerahkan bantuan melalui kantor cabang maupun koordinasi dengan BPBD, sebagaimana yang telah dilakukan pada musim kemarau dan saat terjadi bencana di tahun-tahun sebelumnya.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Bekasi mencatat sedikitnya 1.650 jiwa atau 641 kepala keluarga di dua desa mulai terdampak kekeringan. Wilayah tersebut adalah Desa Nagasari di Kecamatan Serang Baru dan Desa Ridogalih di Kecamatan Cibarusah.

Desa Ridogalih menjadi daerah yang mengalami kondisi paling berat. Sekitar 800 warga dari 296 kepala keluarga dilaporkan kesulitan memperoleh air bersih setelah wilayah tersebut tidak diguyur hujan selama lebih dari satu bulan.

Kondisi serupa juga dirasakan warga Desa Nagasari yang masih membutuhkan pasokan air bersih. Sejauh ini, BPBD bersama Perumda Tirta Bhagasasi telah menyalurkan sekitar 50.000 liter air bersih menggunakan armada truk tangki ke wilayah terdampak.

Distribusi tersebut akan terus dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan. Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana selama musim kemarau.

Warga di daerah rawan kekeringan diminta menggunakan air secara hemat dan segera melapor kepada pemerintah setempat apabila mengalami kesulitan memperoleh pasokan air bersih.

BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk tetap memantau informasi cuaca resmi dan mengikuti arahan pemerintah daerah agar dampak kekeringan maupun potensi bencana hidrometeorologi dapat diminimalkan.

Topik Menarik