Swiss vs Argentina: Bayangan Hantu Trauma 2014
Tidak ada pemain Timnas Swiss yang paling traumatis berhadapan dengan Argentina selain Blerim Dzemaili. Jika saja tendangannya tidak membentur mistar, bisa jadi Swiss masuk perempat final Piala Dunia 2014 di Brasilia.
"Sampai sekarang saya masih sibuk dengan kejadian itu," kata Dzemaili.
Kala itu, setelah Di Maria menetaskan gol di menit 118, dua menit berikutnya, sundulan kepala Dzemaili membentur mistar. Bola yang mental dihadapannya, meskipun masih bisa ditendang lagi melalui lututnya, dalam jarak 1 meteran, tetap tak masuk gawang. Kekalahan 0 1 dari Argentina itu, juga sekaligus mengakhiri karir Ottmar Hitzfeld sebagai pelatih Timnas Swiss.
Baca Juga: Mesir Laporkan Wasit ke FIFA dan Minta Investigasi Keputusan Francois Letexier
Dzemaili kini tidak lagi akan bertanding melawan Argentina. Pemain Swiss berdarah Kosovo ini sudah pensiun dari jagad sepak bola. Hanya Granit Xhaka dan Ricardo Rodriguez yang tersisa. Sementara Argentina, juga hanya tinggal satu pemain dari Piala Dunia 2014. Siapa lagi kalau bukan Lionel Messi. 2014 menjabat kapten, saat ini juga masih kapten.Bintang Argentina di Piala Dunia 2014, seperti Sergio Romero, Pablo Zabaleta, Ezequiel Garay, Javier Mascherano, Gonzalo Higuaín, Ezequiel Lavezzi, hingga Di María, tidak akan dihadapi Granit Xhaka dan Ricardo Rodriguez. Mereka semua, seperti Dzemaili, juga pensiun.
Kendati demikian, Timnas Swiss tetap dianggap tim underdog. Pasar taruhan masih menjagokan Messi dan kawan kawan. Granit Xhaka hanya berharap, Argentina akan kesulitan seperti saat berhadapan dengan Mesir. Argentina juga cukup sulit saat melawan Aljazair. „Bukan tidak mungkin kita juara dunia,“ kata Granit Xhaka.
Baca Juga: Profil Francois Letexier, Wasit Terbaik Diterpa Skandal VAR Piala Dunia 2026
Timnas Swiss kini diasuh Murat Yakin, satu satunya pelatih Timnas Swiss yang berhasil mencetak sejarah hingga ke perempat final. Bukan tidak mungkin, sebagaimana impian Granit Xhaka, bayang bayang hantu Piala Dunia 2014 itu sirna.










