Profil Francois Letexier, Wasit Terbaik Diterpa Skandal VAR Piala Dunia 2026

Profil Francois Letexier, Wasit Terbaik Diterpa Skandal VAR Piala Dunia 2026

Olahraga | sindonews | Rabu, 8 Juli 2026 - 14:04
share

Nama Francois Letexier mendadak menjadi pusat perhatian setelah memimpin laga dramatis antara Argentina dan Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Wasit asal Prancis itu kini berada di bawah sorotan tajam menyusul sejumlah keputusan kontroversial, terutama yang melibatkan tayangan Video Assistant Referee (VAR), yang memicu protes keras dari kubu Mesir.

Padahal, sebelum pertandingan tersebut, Letexier dikenal sebagai salah satu wasit paling bergengsi di dunia. Namun, laga yang berakhir dengan kemenangan dramatis Argentina 3-2 justru membuat reputasinya dipertanyakan setelah beberapa keputusan penting dianggap merugikan The Pharaohs.

Pria berusia 37 tahun yang lahir di Bedee, Brittany, Prancis, itu memiliki rekam jejak yang impresif. Di luar dunia sepak bola, ia berprofesi sebagai seorang ahli hukum. Kariernya sebagai pengadil lapangan melesat sejak dipercaya memimpin pertandingan Ligue 1 pada 2016, menjadikannya salah satu wasit termuda yang pernah memimpin kompetisi kasta tertinggi Prancis.

Baca Juga: Tangis Messi di Malam Penuh Keajaiban

Setahun kemudian, Letexier masuk dalam daftar wasit internasional FIFA. Sejak saat itu, kariernya terus menanjak. Ia dipercaya memimpin berbagai pertandingan bergengsi, mulai dari final Piala Super UEFA 2023 antara Manchester City dan Sevilla, menjadi wasit keempat pada final Liga Champions 2024, hingga dipercaya memimpin partai puncak UEFA Euro 2024 yang mempertemukan Spanyol dan Inggris.Prestasinya semakin lengkap setelah Federasi Internasional Sejarah dan Statistik Sepak Bola (IFFHS) menobatkannya sebagai Wasit Pria Terbaik Dunia 2024. Penghargaan tersebut memperkuat status Letexier sebagai salah satu pengadil lapangan paling dihormati di Eropa.

Namun, semua reputasi itu kini ikut terseret dalam pusaran kontroversi. Sorotan terhadap Letexier bermula dari sejumlah keputusan penting sepanjang pertandingan Argentina vs Mesir.

Baca Juga: Drama 6 Gol Injury Time Bikin Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 Sulit Dilupakan

Pada menit ke-19, ia menunjuk titik putih setelah Nicolas Tagliafico dijatuhkan Haissem Hassan di dalam kotak penalti. Lionel Messi maju sebagai eksekutor, tetapi tendangannya berhasil digagalkan kiper Mesir, Mostafa Shobeir.

Meski keputusan penalti tersebut masih dapat diperdebatkan, polemik terbesar justru muncul dari penilaian Letexier terhadap sejumlah insiden lain sepanjang pertandingan. Kubu Mesir menilai Mohamed Salah seharusnya memperoleh tendangan bebas berbahaya setelah dilanggar Leandro Paredes di dekat kotak penalti Argentina. Namun, Letexier memilih membiarkan permainan berlanjut. Puncak kontroversi terjadi ketika gol Ziko dianulir setelah pemeriksaan VAR. Menurut federasi Mesir, keputusan tersebut sangat merugikan karena menghapus peluang mereka untuk memperbesar keunggulan. Tak hanya itu, mereka juga mengklaim seharusnya mendapat hadiah penalti pada babak kedua, tetapi insiden tersebut tidak ditinjau secara memadai oleh tim VAR.

Rangkaian keputusan itulah yang akhirnya mendorong Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) mengajukan pengaduan resmi kepada FIFA. Mereka meminta investigasi terhadap Letexier beserta seluruh tim wasit, termasuk ofisial VAR, karena dianggap melakukan sejumlah kesalahan krusial yang memengaruhi hasil pertandingan.

Kini, nama Francois Letexier bukan lagi hanya dikenal sebagai salah satu wasit terbaik dunia. Di Piala Dunia 2026, ia juga menjadi tokoh utama dalam salah satu kontroversi terbesar turnamen, dengan FIFA kini berada di bawah tekanan untuk menanggapi protes resmi yang diajukan Mesir.

Topik Menarik